Minsel

Tidak Ada Korupsi Dana PKH di Desa Ongkaw Dua, Ini Penjelasannya

Tidak Ada Korupsi Dana PKH di Desa Ongkaw Dua, Ini Penjelasannya
Penjelasan Masalah PKH ke Pemerintah Desa Ongkaw Dua

Amurang, BERITAMANADO.com — Desa Ongkaw Dua Kecamatan Sinonsayang Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) beberapa waktu lalu digemparkan dengan adanya masalah pada penyaluran dana pelaksana program keluarga harapan (PPKH).

Namun informasi yang diperoleh BeritaManado.com pada Rabu (4/9/2019) dari pihak koordinator wilayah unit PPKH (UPPKH) Minsel, Tonny Kaeng menyampaikan bahwa masalah ini sudah selesai.

“Di berita acara penanganan pengaduan masyarakat peserta PKH sudah dijelaskan bahwa ada ketidaktelitian pendamping sosial dalam hal pemutakhiran data,” jelas Tonny Kaeng.

ADVERTISEMENT
Tidak Ada Korupsi Dana PKH di Desa Ongkaw Dua, Ini Penjelasannya
Pertemuan dan Pemberian Penjelasan ke Penerima PKH

Dirinya menambahkan, terkait kelebihan dan kekurangan dana bantuan sosial (bansos), penyerahan dana tersebut sudah diselesaikan dengan disaksikan oleh ketua kelompok dan kepala urusan pemerintahan Desa Ongkaw Dua.

Sementara itu pendamping sosial, Juliet Rotinsulu menyampaikan masalah PKH yang ada itu hanya pada penginputan data.

“Seharusnya itu dana bantuan ke ibu Meity Liando tetapi terinput ke ibu Martha, dan pengembaliannya sudah dilakukan pada tanggal 20 Juni 2019,” jelas Juliet Rasubala.

Dikatakannya, dengam penerima PKH ibu Yanti dirinya mengaku sudah dipertemukan di kantor desa oleh koordinator wilayah (Korwil) Sulawesi Utara (Sulut) dan Korwil Minsel.

“Sama sekali tidak ada pungli dan sudah dijelaskan ke ibu Martha dan ibu Yanti bahwa sudah tidak ada masalah lagi,” terang Juliet Rasubala.

Dikesempatan terpisah, Korwil PKH Sulut Richard Mongkaren yang turun langsung menelusuri persoalan ini mengkonfirmasi bahwa ada kejanggalan dalam hal ini.

“Kejanggalan terlihat, salah satunya ketika ada oknum yang mengambil buku rekening Ibu Yanti Rasubala dan melakukan ‘print out’ di Bank, tentu ini sangat menyalahi aturan,” terang Richard Mongkaren.

Dirinya bahkan menyampaikan, permasalahan utama juga ada di rekaman video pernyataan ibu-ibu tersebut yang disebarluaskan tanpa sepengetahuan pihak terkait.

(TamuraWatung)