
MINSEL – Dalam sebuah diskusi di grup Facebook, seorang member bernama Andi melempar wacana pentingnya warga Minahasa Selatan (Minsel) memilih calon bupati yang mapan kehidupan ekonominya.
“Pilih yang cerdas, religius. Cerdas intelektual dan cerdas emosional. Dan, tentu harus mapan juga ekonominya agar kesejahteraan rakyat tidak akan terabaikan, hanya karena si bupati sibuk memperkaya diri sendiri dan keluarganya. Pilih Christiany Eugenia Tetty Paruntu tegas Andi.
“Ingat! Banyak orang sangat ambisi untuk menjadi kepala daerah hanya karena ingin memperkaya diri sendiri. Saat ini sudah sangat banyak bukti. Pilih saja yang sudah mapan ekonominya,” tambah Andi yang acapkali melemparkan topik-topik diskusi menarik di wall Facebook Tetty Paruntu.
Wacana yang digulirkan Andi tersebut seolah hendak menangkis wacana lain dalam konteks pilkada Minsel yang menyatakan bahwa sebaiknya pemimpin tidak dipilih karena uangnya, tetapi karena kemampuan, pengalaman, dan bukti perbuatannya. Soal pengalaman, kemampuan, dan track record memang tak terbantahkan bahwa itu mutlak diperlukan. Namun, soal wacana “jangan pilih karena uang” itu, diakui atau tidak, seolah diarahkan pada upaya pendelegitimasian kiprah Tetty Paruntu yang berlatar belakang pengusaha serta mandiri secara finansial.
Tetty Paruntu, yang sudah resmi dicalonkan Partai Golkar di pilkada Minsel, menekankan pentingnya kemandirian finansial bagi seseorang yang ingin menjadi politisi tangguh. Terlebih lagi kalau politisi tersebut berniat maju sebagai kandidat kepala daerah. Semua pihak pastilah sudah mafum bahwa rangkaian kegiatan menuju pemilihan kepala daerah bukan saja menguras tenaga fisik dan pikiran, tetapi juga membutuhkan biaya yang sangat besar. Bahkan, sebuah partai besar di Sulut pun pernah mewacanakan, untuk bisa diusung sebagai calon bupati/walikota/gubernur, seorang kandidat minimal harus memiliki dana taktis 6 hingga 25 miliar rupiah.
Tetapi, mengapa dalam konteks pemilihan kepala daerah soal kemandirian finansial itu sangat penting di mata Tetty? “Kalau tidak mandiri finansial, dikhawatirkan akan terjadi ‘penggadaian’ kepentingan politik,” kata Tetty, putri Prof. Dr. Jopie Paruntu (mantan rektor Unsrat) dan Dra. Jennie J. Tumbuan (Ketua DPD PG Minsel) ini
Tetty memberi ilustrasi misalnya seorang kandidat—demi memenuhi kebutuhan operasional pencalonannya—kemudian meminta dukungan finansial atau sponsor dari pihak-pihak lain dengan menjanjikan; kalau nanti yang bersangkutan terpilih sebagai kepala daerah, pihak sponsorlah yang akan mendapatkan proyek-proyek pemerintah yang dibiayai dengan APBD.
“Dalam konteks di atas bisa kita lihat, bahwa calon-calon yang secara finansial tidak mapan, besar peluangnya secara leadership mereka juga tidak mapan. Kalau mereka terpilih, mereka ini akan lebih berpotensi untuk menyelewengkan dana APBD. Dibandingkan dengan calon yang secara finansial sudah mapan atau tidak membutuhkan dana sponsor dengan imbalan proyek APBD, misalnya!” tegas Tetty Paruntu yang juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan ini.
Namun, Tetty juga memahami bahwa ketidakmapanan maupun ketidakmandirian finansial tidak serta merta menjustifikasi bahwa sang calon pemimpin tersebut sudah pasti akan menyalahgunakan wewenangnya dalam pengelolaan keuangan suatu daerah. “Tidak selalu seperti itu, tetapi di sini kita bicara soal kemungkinan dan kecenderungan dalam politik. Sebab, pemilihan kepala daerah membutuhkan dukungan dana yang sangat besar. Dan, tidak jarang ada penilaian masyarakat tentang adanya pejabat-pejabat yang hanya berusaha memperkaya diri melalui jabatannya,” tegas Tetty.
Tetty yang menyelesaikan studinya di Inggris ini menambahkan, di negara-negara yang maju secara demokrasi kelembagaan dan kepemimpinan, masyarakatnya pun terkondisikan untuk lebih mengutamakan seorang calon pemimpin yang sudah mapan secara finansial. Contohnya di benua Amerika adalah USA. Kalau di benua Asia, contoh utamanya adalah Jepang atau Singapura.
“Kemapanan atau kemandirian finansial itu penting bagi masyarakat negara maju tersebut. Paling tidak hal itu akan memberikan jaminan atau memberikan rasa kepercayaan kepada masyarakat. Bahwa, anggaran pendapatan atau dana yang peruntukannya untuk kesejahteraan rakyat dan pembangunan suatu daerah tidak akan disalahfungsikan oleh pemimpin tersebut. Bisa kita bayangkan, bilamana seseorang yang akan dipilih sebagai pemimpin itu tidak mapan secara ekonomi, dan juga tidak mandiri secara finansial…,” jelas Tetty panjang lebar.
Itulah salah satu pembelajaran politik modern yang diusung Tetty Paruntu, calon bupati Minsel termuda saat ini. Tetty jelas mendukung wacana kemapanan ekonomi dan kemandirian finansial dalam kandidasi kepala daerah demi meminimalisir efek-efek negatif dari praktik ‘penggadaian’ kepentingan politik. Secara tersirat ini juga menandakan motivasi Tetty Paruntu untuk membawa Minsel dalam kemajuan dan kemandirian pembangunan ekonomi, agar kabupaten Minsel yang masih muda usianya ini mampu berkiprah maksimal di tingkat propinsi, nasional, bahkan internasional.

Ada 2 berita menarik terkait perilaku korup pejabat/kepala daerah spt dilnasir oleh Detik.com hari ini: karena kebutuhan utk menggalang dana kampanye, maka byk calon/kepala daerah yg ingin dipilih lagi mencari dana lewat sumbangan ilegal atau korupsi dana bantuan sosial (bencana). Mendagri yg menengarai hal ini: http://www.detiknews.com/read/2010/05/01/114746/1349105/10/mendagri-banyaknya-permintaan-sumbangan-dorong-kepala-daerah-korupsi.
kedua hal itu dikonfirmasi/dilengkapi oleh ICW: http://www.detiknews.com/read/2010/05/01/134301/1349177/10/icw-korupsi-kepala-daerah-banyak-didorong-motif-untuk-biaya-politik?991102605.
Jd mgk wacana spt diungkap Tetty diatas pantas jg direnungkan scr positif. Moga2 bermanfaat.
Benar sekali sementara yg terunggul adalah calon dari partai Golkar. Solid susah dilawan, walaupun ada indikasi kecurangan dari calon yg baru mau coba2 cari partai. Hati2lah krn kecurangan dari partai lemah akn membuat penggelembungan suara. Saksi2 hrs militan membela pasangannya, C1 hrs dipegang olh saksi.
kami dari BMD minsel 100% mendukung PANT-TAS for minsel 2010-2015….kenapa kami memilih figur dari partai lain bukan dari partai demokrat?….krn figur dari cabup partai demokrat yg di usung itu tidak laku dipasarkan… kami sudah melihat btpa hebatnya calon pemimpin dari partai GOLKAR,mereka itu memang PANT-TAS buat minsel 2010-2015…..bravo PANT-TAS
@victor: Biar nama sama tapi cara pandang kita berbeda entah ini nama samaran atau beneran ya…….Benar apa yg kamu katakan MINSEL bukan milik GOLKAR mungkin pandangan kamu berhubungan dengan kekalahan GOLKAR dlm pemilu legislatif yg lalu tapi secara perhitungan ga ada parpol yg mendulang suara secara signifikan. Itu mungkin menurut kamu adalah kelemahan Ibu Tetty yg di usung oleh partai Golkar, jangan lp bung menurut kamu itu kelemahan tapi itulah kelebihan kami. Soal kemenangan itu semua tergantung DOA dan dibarengi dgn kerja keras dari Ibu Tetty dan Tim yg ada.
Bung harus ingat klu benar ibu Tetty ga ada apa2nya n partai yg mengusungnya hanya di pandang sebelah mata koq skr ibu Tetty justru menjadi bahan perbincangan, kritikan bahkan fitnahan terus mengarah ke beliau, itu berarti ada “ketakutan” donk atau irih dari pendukung kandidat lain bahkan kandidat itu sendiri.
Kami ga pernah goyah dengan ucapan2 kalian………
Kami hanya bisa tersenyum………
Maju terus tetap semangat………
Christiany Eugenia Paruntu
For Better Minsel
2010-2015
MINSEL bukan milik GOLKAR..sulit buat ibu Tetty utk jadi BUPATI…
Ibu Tetty Paruntu tetap semangat Menang satu putaran.
@ Fery
Kalau yg urus pemerintahan cara berpikirnya kaya Fery ini ya jelas amburadul hehehe… bego bgt!
Kebisingan orang lain terhadap sesuatu hal yang tidak sesuai dengan dirinya lebih riuh bila dibandingkan kebisingannya menilai diri sendiri….
Terkadang pandangan mereka terhadap ketidaktahuan membuat mereka memperdengarkan nyanyian yang terdengar sumbang di telinga.
Sebagian lagi bahkan terdengar memekikan dan menyayat hati, namun mereka tidak salah dalam memberi pandangan.
Mereka hanya melihat segala sesuatu dari ruang lingkupnya, itulah yang membuat mereka seperti itu….
Karena itu jangan khawatir dengan segala retorika yang mengekerdilkan sebuah niat untuk membawa Minsel yg lebih baik.
Biarkan mereka berbicara dan kita menunjukan dengan cara kita sendiri.
Suatu saat ketika Ibu mencapai puncak, mereka akan tersenyum bangga padamu dan berkata kau benar dalam hal ini.
Ibu Tetty Tetap semangat, dengarkanlah sesuatu yang membuatmu besar.
Bukan sekedar mengerdilkan, sebab pengkerdilan hanya membuatmu tetap di tempat seperti yang mereka mau.
Semangatmu Ibu Tetty akan selalu menginspirasi, memotivasi dan mendorong kami utk terus berjuang bersama
For Better Minsel
Ora Et Labora
Gbu
Saat ini banyak bayi-bayi tabung yg tiba2 muncul utk bertarung dalam pilkada minsel….MINSEL jgn sampai di pimpin oleh BIROKRAT yg TIDAK KAPABEL, kuper, tdk mau MENOLONG warganya, bahasa inggris tdk lancar, tukang fitmah lagi… Ini semua agar pembangunan bisa terlihat lebih signifikan…
yaa….,
mo kelola pemerintahan, bukang sama deng prusahaan…
rumit tau tu birokrasi.
blajar dulu ibu tety, baru membranikan diri terjun…
jang cuma krn mama ktua partai, kong aji mumpung.
sorry…. DEMI MASA DEPAN MINSEL, TORANG MSTI KSE TEGURAN YG NYATA2…..
Tabea
Saat ini banyak bayi-bayi tabung yg tiba2 muncul utk bertarung dalam pilkada minsel….MINSEL hrs di pimpin oleh BIROKRAT yg sudah teruji…Agar pembangunan bisa terlihat lebih signifikan…
Setuju Anna C.K, Ibu Tetty sangat pantas untuk Minsel. Wawasan International, pasti banyak teman-teman investor akan dihadirkan. Hebat juga Anna bisa tahu tentang SiBirokrat itu. Belajarlah dari sifat orang tersebut, lihatlah pribadinya.
Ibu Tetty saja pilihan kita.
Dari sini kelihatan birokrat yang didukung hanya pribadi yang pengecut. Kami sudah dengar birokrat tersebut saat-saat ini lagi gencar menyebarkan fitnah atas Ibu Tetty malah banyak yang berbalik mengasihi Ibu Tetty. Kami tahu siapa dia walau diumpetiiiiiiiiin hihihihi tetap saja ketahuan. Dia bilang Ibu Tetty bukan GMiM wong jelas-jelas Ibu Tetty tertulis diInfonya Kristen Protestan. Lagian Prof Paruntu anggota BPS GMIM, kenapa dipermasalahkan agamanya??? Pemimpin birokrat seperti itu punya wawasan sempit. Makanya suruh bergaul dan berexperiment dulu keluar negeri baru jangan hanya jago dikandang. Bahasa internasional juga harus dikuasai bukan hanya jago bahasa daerah toh! gimana investor mau datang bahasa inggris saja tidak bisa.
Birokrat kalau tukang kasih fitnah buat apa pilih. Apalagi tukang iri hati, kayak nggak pernah bagi-bagi beras saja birokrat itu malah pake uang kontraktor yang jadi sponsor. Aiiii ngeri kali, janjinya mau barter dengan APBD. Ibu Tetty pribadi yang jujur dan bersih takut Tuhan lagi, punya modal lagi. TOP DEH.
@Tonaas: Anda sudah mengakui bahwa ini adalah karakter kalian…..jadi sekalipun org lain sudah berbuat baik pasti saja kalian akan berusaha membalikkan fakta sambil berupaya mencari2 celah utk dijadikan bahan fitnahan….Memang kami tahu bhw lebih baik merubah jalurnya aliran sungai daripada merubah karakter org…..Masing2 kita akan mempertanggungjawabkan setiap perbuatan kita di hadapan Tuhan.
Sekalipun kamu menyebutkan siapa calon kalian, kami tdk akan mencelah ataupun memfitnah seperti yg kalian lakukan sama Ibu Tetty. Kejahatan tdk blh di balas dgn kejahatan, kami tdk mau menghakimi org lain.
Bagi seluruh pendukung Ibu Tetty tetap semangat ya…..
Teruskan perjuangan kalian…..
Tetaplah Berdoa dan Bekerja…….
Taburlah sesuatu yang baik……..
Segala sesuatu indah pada waktunya
Gbu all
Komen lg, maaf sy tdk berani sebut nama siapa calon dr kalangan birokratnya, sbb sy takut calon sy gantian dikuliti dan dikorek2 belangnya… maaf ya, terpaksa tdk fair & rada2 pengecut :-) Ini mmg karakter kami…
Buat rakyat Minsel…Kalo ada calon bupati yg bakase doi 20 ribu deng beras 10 liter….ambe tu doi deng beras..kong jangan pilih pa dorang..Tonaas berharap rakyat Minsel memilih bupati dari kalangan BIROKRAT.
Tetty is the best………
apapun cobaan yang menghadang maju terus Tetty kami di belakangmu…..ingat pencobaan2 yang dialami adalah pencobaan yg biasa yang tidak melebihi kekuatan kita….God bless Christiany Eugenia Paruntu….satu putaran saja….go Tetty….
Komentar2 yg sangat luar biasa semangatnya patut diberi apresiasi….tapi sangat disayangkan tdk digunakan pada tempatnya, dari kata2nya, tekanannya sudah dpt dibaca org2 seperti ini kerjanya hanya menfitnah hdp di tengah2 para pencemooh inikah yg namanya para intelektual muda penerus cita2 bangsa…..apakah moralitas masyarakat Minsel sudah sedemikian parah, sangat disayangkan klu tdk cepat dibenahi hal ini akan menjadi penghambat pembangunan siapapun pemimpin di Minsel.
Mungkin ketika anda bercermin ke daerah2 lain yg saat ini diperhadapkan dgn berbagai kasus anda mungkin trauma, tapi bukan berarti ketika kita mengalami keadaan seperti itu kita langsung menyebarkan isu2 yg negatif terhadap salah satu calon di Minsel (Ibu Christiany Eugenia Paruntu).
Klu mau fair dan kalau anda2 memang cinta sama MINSEl marilah berikan suatu pendidikan politik yg baik kpd masyarakat Minsel pengarahan2 yg positif tanpa meremehkan kandidat lain.
Kita harus ingat masing2 para kandidat calon Bupati/Wakil Bupati Minsel adalah orang2 yg intelek tp walaupun demikian masing2 mereka punya kelebihan dan kekurangan, menilai seseorg jgn dari satu sisi kehidupannya saja. Anda blh menilai tp jgn menghakimi.
Tunjukkan bahwa pribadi2 anda adalah org2 yg berpendidikan.
Bagi para komentator pendukung Ibu Tetty, mari kita tetap terus berjuang membangun Minsel bukan hanya lewat kata2 bahkan fitnahan tp lewat tindakan2 yg baik dengan tetap punya prinsip Torang Samua Basudara…..
Berdoa dan Bekerja……
Apa yg kita tabur itulah yg akan kita tuai……
Janganlah kita lemah dlm menghadapi setiap tantangan di tengah2 perjuangan kita…….
Maju terus Ibu Christiany Eugenia “Tetty” Paruntu………..
Tetap semangat….
Gbu
@somad: sedangkan nn p diri n daerah sandiri ndk t ator, apa lagi nn m ator org lain p daerah.. ngana jo dng yng jadi bupati
@ somad: kl anda mo sampaikan aspirasi & memang tujuannya baik, harusnya pakai cara2 yg sopan & baik juga dong, jgn menyerang pribadi. maksud baik anda tenggelam oleh pernyataan yg tendensius. jd tdk murni lagi rasanya.
@ tole: anda tdk bs menggeneralisasi masalah yg menimpa daerah atau figur lain kpd sosok Bu Tetty. dan tidak usah malu2 anda sebut saja di sini siapa tokoh yg anda dukung itu spy kami jg bisa mengkritisi.
Utk Bu Tetty, maju terus. kualitas anda, pasangan anda, litbang anda, dan tim pemenangan anda sudah siap 100% utk menang. serangan2 kpd pribadi anda adl indikator “kepanikan” & “ketakutan” lawan2 anda yg sedang meretas jalan kekalahan.
Bravo Tetty, kalangan muda Minsel mendukung Anda sepenuhnya.
@itoy….Yah betul skali itu kita bisa bercermin pada kabupaten2 lain yang memilih pemimpin asal jadi, asal punya uang, asal punya tampang tapi tidak ada pengalaman birokrasi dan politik. semoga rakyat Minsel dapat memilih pemimpin yang terbaik dan berpengalaman dengan hati nurani yang murni tidak dinodai dengan money politic……….!!!!! tunjukkan jati diri orang minsel suara anda tidak seharga dengan beberapa kilo beras dan uang puluhan ribu rupiah…tunjukkan suara anda mahal yang tidak bisa dibeli oleh beberapa rupiah, karena anda memilih dari hati nurani siapa pemimpin terbaik……….Jaya Minsel…..!!!!
sepakat bung somad..mending pilih bupati yg bukan org partai…contoh di mitra…bupatinya seenaknya merubah logo manguni ke merpati…lebih parah lagi bupati mitra tidak taat kepada gubernur sebagai atasannya..
@Hardi…..kita cuma menyampaikan aspirasi…tidak memilih kandidat siapa2 lagipula tidak tinggal di minsel, cuma simpati saja sebagai warga kawanua, mau jadi apa itu daerah2 di Minahasa/sulawesi utara kalau pemimpinnya tidak punya kualitas dan pengalaman, sudah banyak contoh daerah lain, Minut bupati masuk penjara, walikota manado masuk penjara, bupati talaud tersangka korupsi kasihan kapan kita bisa maju……What a cursed province…………..!!!!!!
@ somad/wempy: komentar gak intelek sama sekali. klo pendukungnya kampungan spt ini mana ada yg mau pilih jagoannya hahaha.. jelas ini komentar org2 bingung & panik & kalah sbl bertanding! dah, gak usah paniklah… poles sana jagoannnya biar tambah populer. jgn cuman bisa komentar menjatuhkan orang… makin byk kalian komentar2 bodoh begini, makin lemah jagoan kalian & makin kuat lawan kalian.
AMPG = anak mama papa golojo..semoga tidak terjadi di minsel…
Bu Tetty lebih baik bisnis buka salon ato butik…lebih cocok tuh daripada jadi bupati, memangnya punya pengalaman apa di pemerintahan ato politik??? Kasian deh kalo jadi pengganti RML adoohh kalah jauh sto kang? mo jadi apa jo tu minsel?
Baru skarang datang2 di minsel kong mo jadi Bupati?? cuma itu tu modal dang???Mana tahu permasalahan rakyat Minsel??? Wooi orang Minsel buka mata jo jangan sama dengan kabupaten tetangga ada pilih orang baru yg nda tahu apa apa, skrang malah somo kase turun pa dia (Baca berita ttg T2 Mitra)
Sebelum terlambat…..tentukan pilihan anda dengan jeli, jangan cuma pilih karena so kase uang ato bagi2 beras……!!!!!!!!
Hahaha… ini suara pendukung Tuela yg putus asa karena jagoannya dibuang oleh partainya sendiri, mau deketin Golkar ditolak mentah2, lalu coba dijual di Demokrat tidak laku2 juga…. kasihan…
Tuela memang berpengalaman, tp pengalamannya merongrong bupatinya sendiri. mana ada yg mau pilih?
kader golkar so nda ada laeng so di minsel…kase jo pa Ventje Tuelah papan satu..beliau sudah berpengalaman…kalo Tety…yaah payaaahh….
@ Bung Ronald: faktanya ada survei dl di internal Golkar dg memasukkan nama2 kader partai (tentu yg layak spt yg anda sebut) serta seorang tokoh luar. Bu Tetty spt diprediksi sebelumnya meraih suara tertinggi & akhirnya dipilih scr resmi. Bu Tetty bahkan jg meraih suara tertinggi di sejumlah survei internal partai lainnya. Sy pikir jg DPP Golkar tdk bodoh dg sembarang mencalonkan bakal calon. Apalagi memaksakan calon yg tdk pya potensi menang.
biar le mo bilang bagimana, tetap tetty paruntu tidak lepas dari bayang2 kedua orang tuanya (ayah & ibu).
klo mo fair, deng klo mo iko mekanisme kepartaian, jujur saja pasti tetty sulit utk diusung.
itu katu klo mo bicara fair. memangnya torang org minahasa talalu bodoh, mo menilai kualitas seseorang….?
mohon maaf, sedangkan pasiar di Minsel jarang2..apalagi dia mo tahu tu permasalahan yg org minsel alami. masa kwa da berkarir di jakarta, kong “datang2 sampe” di minsel.!
klo mo jujur, dari internal kader partai golkar sendiri, masih banyak yg lebih layak dari tetty.,cuma ktu krn ketua partainya ibunda dari tetty, jadi wajar noh ktu klo dia yg diusung.
sudah jo mo banya putar2/bela2, so bagitu tu kenyataan…
skrg rakyat so pande (melek demokrasi).
yaa….kita harapkan kedepannya, partai lebih selktif dan fair lagi di dalam hal kaderisasi dan menampilkan figur2 utk menjadi kepala daerah.
jang cuma krn doi deng hubungan keluarga, kong potong2 jalur…
makase samua.
Saya yakin Ibu Tetty sudah sangat siap untuk usulan debat itu. Terlebih kalau debatnya dilakukan dalam bahasa Inggris di hadapan panelis tingkat nasional/internasional. Bravo Ibu Tetty…. generasi muda Minsel & Sulut ada di belakangmu. Menangkan pilkada ini satu putaran saja.
Saya yakin Ibu Tetty sudah sangat siap untuk usulan debat itu. Terlebih kalau debatnya dilakukan dalam bahasa Inggris di hadapan panelis tingkat nasional/internasional. Bravo Ibu Tetty…. generasi muda Minsel & Sulut ada di belakangmu. Menangkan pilkada ini satu putaran saja.
Kalau mo lbh fair lagi, apakah para calon memang betul2 berkualitas dan menjadi harapan rakyat, maka KPU harus melakukan Debat Publik terbuka didepan KPU, Panwas, Anggota Legislatif, Eksekutif dan juga perwakilan dari masyarakat Minsel (LSM, KNPI dll), untuk menjelaskan misi dan visi para calon. Terlebih penting lagi adalah program / target 100 hari para calon. Disitu rakyat / masyarakat betul2 dpt melihat realita sampai dimana kapasitas, kualitas, kecerdasan dan kemampuan para calon secara keseluruhan.
Ibu Tetty adl kader terbaik Golkar di Minsel saat ini. Terbukti beliaulah yg dipilih dn ditetapkan scr resmi oleh DPP Golkar utk maju di pilkada Minsel, baik berdasarkan rekomendasi DPD PG Minsel maupun hasil survei scr obyektif. Beliau jg merupakan kader PG terkuat dan terpopuler saat ini di Minsel yg kemungkinan besar bisa memastikan terpilihnya kader PG sbg pimpinan daerah. Apabila beliau terpilih, mungkin banyak harapan masyarakat Minsel utk lebih maju lagi dalam pembangunan bisa tercapai. Terlebih beliau punya kemampuan untuk itu. Dan kalau tidak salah, beliau akan menggandeng salah satu kader birokrat terbaik sbg pasangan di pilkada. Jadi, beliau memang layak utk didukung dan pasti menang. Gbu
tabea…
saya kira, utk jadi kepala daerah bukan perkara gampang.
butuh pengalaman dan wawasan ttg pemerintahan.
birokrasi dan pemerintahan itu rumit loh…
saya lebih senang kalau ibu tetty konsen saja utk membangun Minsel dari bidang yg ibu geluti yaitu bisnis.,spy lapangan kerja bagi msyrkt minsel terbuka. yaa kan…?
sedangkan utk pemerintahan, biar org yg berkecimpung di dunia pemerintahan saja yg diberi kesempatan.
apalagi kedua orang tua ibu kan sudah diberi kesempatan sebagai anggota dewan melalui partai Golkar. jadi, lebih baik “berkatnya” dibagi ke orang lain lah.. kasian para kader Golkar lainnya yg sudah pikul salib, dan makan asam garam, lantas harus gigit jari dgn kedatangan ibu.
yaaa…semoga disikapi secara bijak…
makase sebelumnya.