Manado – Pernyataan Ketua KPK Abraham Samad bahwa DPR bersama Kepolisian merupakan institusi terkorup di Indonesia ditanggapi pengamat politik dan pemerintahan Taufik Tumbelaka. Alumnus UGM ini mengakui bahwa kekuasaan cenderung korup.
“Karena memang seperti itu, ketika kita tidak bisa menyeimbangkan IQ, EQ dan SQ, terjadilah perselingkuhan dengan eksekutif bahkan dengan yudikatif. Kembali ke masalah klasik yang sampai saat ini belum terpecahkan yaitu moralitas. Tapi bicara moralitas disatu sisi ada masalah kebutuhan ekonomi juga. Negara ini belum bisa menggaji secara ideal,” ujar Tumbelaka, Selasa (17/9).
Tumbelaka berharap DPR menjadi penyeimbang dengan menghasilkan anggota dewan yang berintegritas melalui manusia-manusia yang baik.
“Namun disayangkan kasus korupsi justeru berasal dari DPR. Good sistem atau good people. Masih lebih baik sistemnya tidak baik asalkan manusianya baik. Karena meskipun sistemnya baik tapi manusia sebagai pelaksana pemerintahan itu tidak baik, maka korupsi masih akan terjadi,” jelasnya. (Jerry)

kalau DPR so nda heran mar kalo Polisi itu baru ruarrr biasa..hehehe