
MANADO – Hidup berumah tangga tanpa suami di rumah tentu saja menyisakan kegelisahan. Hal ini juga yang dialami Bupati Minahasa Tenggara Telly Tjanggulung ketika ditinggal suaminya karena ditahan di Rutan Malengdeng.
“Semoga bapak segera pulang, ibu dan kami semua sudah kangen sama bapak,” ungkap Tjanggulung. Harapan tulus Telly Tjanggulung ini menggambarkan kebutuhan seorang istri yang ingin selalu berada dekat bersama sang suami yang terpisah karena tengah menjalani proses persidangan untuk dugaan SPPD Fiktif.
Impian Tjanggulung untuk segera berkumpul bersama Elly Lasut memang bukan tanpa alasan. Fakta persidangan yang terungkap bahwa sang bendahara Bupati Talaud nonaktif ini telah memalsukan 38 cap dan tanda-tangan sang bupati atas inisiatif sendiri seakan menjadi angin segar bagi keluarga besar Lasut – Tjanggulung.
“Bersyukur bahwa Tuhan telah buka jalan, dengan kesaksian tersebut semoga titik awal kebenaran boleh terungkap,” tambah Tjanggulung dengan mata berharap.
Tjanggulung juga yakin bahwa sang suami tak bersalah dan semua yang telah dilakukan telah sesuai dengan aturan yang berlaku. Termasuk untuk 5 saksi yang batal hadir, Tjanggulung juga memberikan harapannya.
“Semoga 5 saksi yang batal hadir kemarin, nantinya bisa juga membeberkan kebenaran yang tentunya akan sangat menambah harapan kami agar boleh secepatnya berkumpul bersama keluarga,”tandas Tjanggulung. (IS)

Anggap jo tu bapak masih bupati noh. Dari dulu toh so ta pisah jaoh. Sekarang tare cuma Manado – Mitra, dulu Talaud – Mitra. Kalu nemau tapisah, kiapa mo suka ba jaoh dari suami? Demi jabatan karu kang?
maaf bu….nasi sudah menjadi bubur….
usul ni bu :supaya ngak stres mikirin bapak,mending ibu kosentrasi sama kasus hukum di mitra,kan KPK pernah mampir ke sana…hati-hati loh bu,KPK ngak berkomentar tahun lalu bukan berarti ngak ada masalah….biasanya satu dua tahun kemudian baru mereka ON AIR….tahap skarang yang turun pasti mata-mata KPK,biasa kumpulin bukti
Kalau ada ASAP pasti ada API Bu……