Bisnis dan Ekonomi

Telkomsel Ungkap Dampak Program Keberlanjutan, 12 Ribu Mangrove hingga 361 BTS Hijau

Perusahaan turut memperkuat ketahanan aset fisik seperti BTS, Telkomsel Technical Center (TTC), dan gedung operasional untuk menghadapi risiko perubahan iklim.

Dampak keberlanjutan Telkomsel juga dirasakan lebih luas oleh pelanggan, mitra, pemerintah, dan ekosistem bisnis.

Sepanjang 2025, sekitar 83 persen dari total pendapatan perusahaan didistribusikan kembali kepada pemerintah, pemegang saham, pemasok dalam rantai pasok, dan karyawan.

Kontribusi tersebut didukung lebih dari 235 ribu mitra outlet ritel yang tersebar di berbagai daerah.

Direktur Planning & Transformation Telkomsel, Wong Soon Nam, menegaskan bahwa perjalanan menuju bisnis berkelanjutan hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Telkomsel ingin terus mendorong kolaborasi agar kita bisa bergerak bersama menciptakan dampak nyata bagi Indonesia. Kami berharap dapat menjadi teladan, katalis, dan sumber inspirasi dalam menjaga bumi serta membangun generasi masa depan yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Komitmen keberlanjutan Telkomsel juga menjadi bagian dari implementasi strategi GoZero Telkom Group.

Ke depan, perusahaan akan terus berkontribusi dalam upaya pengurangan emisi guna mendukung target Net Zero Emission 2060 yang dicanangkan Telkom Group.

Informasi mengenai berbagai program keberlanjutan Telkomsel dapat diakses melalui situs resmi perusahaan. (***)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara