Karena suara mereka makin keras, dan suara saya makin tak terdengar, akhirnya saya ngomongnya jadi makin keras, “IBU, KITA NDA TAU MASALAH INI, COBA TANYA PANITIA. TORANG CUMA BERTUGAS SESUAI SCRIPT. TORANG NINTAU IBU PE ANAK2 NDA TAMPIL KARENA APA, COBA TANYA PANITIA”
Tiba-tiba datang seorang bapak dan bilang “INI ISTRI SAYA, KENAPA DIBENTAK2” well then saya dipukul bapak ini.
?——————-
Secara teknis masalah maengket ini di luar jangkauan saya untuk menjelaskan karena memang kami tidak tahu sampai complain orang tua ini datang ke kami & kalaupun kami tahu, kami pun tidak diberi petunjuk untuk announce tarian masuk, karena sekali lagi mereka masuk dikala ada KODE VOKAL (sesuai gladi). itulah sebabnya saya memilih menjawab; “ibu-ibu, tanya panitia”
Saya paham dengan kekecewaan Bapak/Ibu sebagai orang tua murid, saya juga dekat dengan anak2 & saya memahami besarnya kekecewaan anak2 jika tidak jadi tampil setelah semua usaha & jerih payah yg dilakukan.
Tapi, sungguh, complain Bapak/Ibu ke kami (mc) itu salah sasaran.
& satu lagi, bapaknya tidak perlu pakai kekerasan karena toh saya tidak maki2 istri bapak. Suara saya keras, karena suara istri bapak & ibu-ibu itu jauh lebih keras.
Selain itu, saya pun perlu tegas karena kami yang tidak tahu apa2 malah justru dipojoki oleh ibu2 ini.
Jika sebagai mc kami punya banyak kekurangan, secara pribadi saya mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.
I always love Bitung City.”
(abinenobm)
