
Tondano, BeritaManado.com – Lomba Line Dance yang diselenggarakan Forum Tou Minahasa (FTM) bekerja sama dengan Kawanua Country Club (KCC) di MOY Convention Center (MCC), Tondano, Kabupaten Minahasa, Minggu (26/5/2024), berlangsung semarak dan spektakuler.
Acara yang berlangsung dari pukul 14.00 WITA hingga 20.30 WITA ini menarik animo banyak peserta dan masyarakat pencinta line dance.
Seperti dalam salah satu kategori yang diperlombakan, yakni kategori perorangan dengan lagu “Para Para Ti” berdurasi 3 menit 38 detik.
Sebanyak 35 peserta berlomba menunjukkan kebolehannya sehingga membuat lomba ini semakin meriah.
Adapun di antara peserta yang tampil, nomor urut 23 atas nama Renata Syaloom Kalangi, perwakilan dari Komunitas Dansa Sulut (KDS) Kabupaten Minahasa, tampil memukau dengan kepercayaan diri yang tinggi.
Putri bungsu dari pasangan Alm Maxi Kalangi dan Yenny Runturambi ini berhasil ‘menyihir’ para juri dan penonton yang memenuhi MCC Tondano dengan penampilan yang sangat memukau.
Renata menjadi salah satu dari 15 peserta lainnya yang diputuskan Juri utama Nancy Wuwungan dan Joy Peres untuk lolos ke babak semifinal.
Persaingan di babak semifinal semakin ketat dengan kehadiran peserta yang sudah berpengalaman di berbagai ajang lomba line dance.
Setelah pertimbangan yang cermat, para juri memilih lima peserta untuk melaju ke babak final, termasuk Renata.
Pada babak final, lima peserta tampil dalam mode battle di hadapan juri dan penonton yang disambut teriakan para penonton sehingga membuat perlombaan saat itu semakin heboh.
Renata pun kembali memberikan kejutan di lantai dansa dengan penampilan yang luar biasa.
Dari babak penyisihan hingga final, alumni SMA Negeri 3 Tondano ini tampil dengan step sheet yang teratur dan tepat, gerakan penuh power, dan interaksi yang baik dengan penonton.
Hal ini membuat dirinya lebih unggul ketimbang peserta lainnya di mata para juri yang terdiri dari Nancy Wuwungan, Joy Peres, dan Jelvi Rumate.
Dengan total nilai 334, Renata berhasil menjadi juara untuk kategori perorangan.
Renata sendiri mengaku kaget dan tidak menyangka atas prestasinya tersebut.
Menurutnya, pada awalnya ia hanya ingin menyalurkan hobi dan mencari pengalaman sambil berdoa dalam setiap aktivitasnya.
“Tidak ada target juara. Cuma mo iko rame, sekalian menyalurkan hobi dan menambah pengalaman. Tapi puji syukur, Tuhan kasih lebih,” ujar Renata.
Dalam persiapannya, Renata hanya menjalani latihan selama empat hari yang dibimbing oleh pelatih-pelatih di KDS Minahasa, seperti Coach Hesky Korengkeng dan Ike Adam.
