Boroko, BeritaManado.com – Aliansi Masyarakat Peduli Bolmut (AMPD) berunjuk rasa di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bolmut, Rabu (19/1/2022).
Mereka mendesak DPRD agar merekemendasikan direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Winny Soewikromo agar sesegera mungkin dicopot dari jabatannya.
Terpantau BeritaManado.com, para aksi nampak membawa spanduk bertulisakan; DPRD Bolmut lombo, RSUD Bolmut milik rakyat, pak bupati pilih Dirut atau rakyat.
Spanduk itu pun tampak dihiasi dengan tagar #COPOTDIRUT
“Anggota DPRD merupakan wakil rakyat. kalian duduk disini karena suara rakyat. Untuk itu kami meminta DPRD agar merekomendasikan pencopotan Dirut RSUD Bolmut sesegera mungkin,” teriak korlap Donal Palangi.
Menurut Donal, jika kemudian tuntutan kami ini tidak ditindaklanjuti DPRD Bolmut, maka kami menganggap anggota DPRD yang duduk hari ini adalah pengecut.
“Kami disini semata-semata karena suara rakyat Bolmut, tidak ada tendesi politik. aksi kami adalah murni aksi damai,” ujarnya.
“DPRD jangan menjadi pengecut,” sambungnya, sembari diteriaki para massa aksi dengan kalimat hidup rakyat, hidup rakyat.
Ditempat yang sama, orator Supli Van Gobel mengatakan, sudah berbagai macam tragedi yang terjadi di RSUD Bolmut sejak tahun 2019 lalu dan sekarang penolakan siswa Prakerin yang notabennya adalah putra-putri Bolmut.
“Sehingga DPRD Bolmut tidak mempunyai alasan untuk tidak mencopot Dirut RSUD Bolmut dari jabatannya,” bebernya.
Kata mantan aktivis ini, RSUD Bolmut merupakan icon terbaik di Bolmut, tapi jika kemudain diduduki oleh orang-orang yang tidak berkompoten, maka resikonya adalah rakyat Bolmut.
“Padahal kita ketahui bersama ada begitu banyak putra-putri Bolmut yang memiliki kompoten yang sama, yang bisa menduduki jabatan dirut RSUD Bolmut,” pandangnya.
Ia pun mendesak, kepada DPRD Bolmut agar merekomendasikan kepsek SMK Kaidipang untuk di hukum karena diduga telah melanggar kode etik sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Kapasitas sebagai ASN, haruslah tau dalam mengunakan media sosial. jangan seperti anak kemarin,” bebernya.
Hal yang sama pula disampaikan orator lainnya Syamsudin Olii, menurutnya, kepsek SMK Kaidipang telah membuat gaduh masyarakat bolmut karena tidak dewasa dalam mengunakan media sosial.
“BKPP dalam hal ini sebagai instansi terkait harus memberi saksi kode etik kepada kepsek SMK Kaidipang,” tambahnya seraya menekankan kepada DPRD Bolmut agar mencopot dirut RSUD Bolmut.
Aksi damai dari AMPD itu pun kemudian diterima langsung pimpinan dan anggota DPRD Bolmut.
Dihadapan anggota DPRD, para aksi meminta DPRD Bolmut agar menandatangani petisi pencopotan dirut RSUD Bolmut.

