
Manado – Mapalus Kamtibmas yang merupakan Terobosan Program Polda Sulawesi Utara (Sulut), Korem 131 Santiago bersama Pemerintah Provinsi Sulut sebagai tindak lanjut Petunjuk Presiden RI melalui Kapolri pada Rapat Pimpinan Nasional TNI POLRI yang dilaksanakan di Jakarta beberapa waktu yang lalu dilaunching di ruang Mapalus Kantor Gubernur Sulut. Pencanangan ini merupakan yang pertama di Indonesia dan diharapkan akan menjadi contoh bagi daerah-daerah lainnya di Indonesia.
Acara Launching ini ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Wakapolri Komjen Pol Nanan Sukarna bersama Gubernur Sulawesi Utara Dr. Sinyo Harry Sarundajang dan penandatanganan MOU tentang Pelaksanaan Mapalus Kamtibmas antara Bupati/Walikota dengan Kapolres dan Dandim di wilayahnya masing-masing. Penandatanganan ini secara simbolis dilakukan oleh Walikota Tomohon Jimmy Eman dengan Kapolres dan Dandim Tomohon dan untuk selanjutnya akan diikuti oleh semua Kabupaten/Kota di Sulut.
Kapolda Sulut Brigjen Pol Carlo Tewu menjelaskan bahwa “Mapalus Kamtibmas di Sulawesi Utara dicanangkan sebagai implementasi dari hasil Rapim TNI Polri beberapa waktu yang lalu”. Menurut Kapolda, sasaran Mapalus Kamtibmas ini adalah dalam rangka mendeteksi potensi bencana mulai dari tingkat yang paling bawah (desa) apakah itu Bencana Alam, Bencana Non Alam, Bencana Sosial yang berpotensi menimbulkan masalah kamtibmas dan melakukan pencegahan serta pembinaan secara dini agar potensi gangguan kamtibmas tersebut dapat diredam sebelum menimbulkan permasalahan yang lebih besar.
Secara organisatoris Mapalus Kamtibmas ini akan melibatkan Forkopimda Provinsi sebagai Pembina, Forkopimda Kabupaten/Kota sebagai Pengawas dan Tripika Kecamatan sebagai Pengendali pelaksanaan di lapangan bersama Kades/Lurah Babinkamtibmas dan Babinsa.
Sarundajang mengapresiasi Mapalus Kamtibmas ini sebagai bentuk Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat dengan menggunakan kearifan lokal Mapalus yang memang menjadi ciri khas masyarakat Sulut. Sarundajang menyadari sepenuhnya bahwa kemajuan yang telah dicapai Sulut selama ini sangat rentan dengan potensi gangguan keamanan yang juga dipengaruhi dengan Lingkungan Strategis dan Lingkungan Global. Kegiatan pembangunan tidak akan berjalan apabila kondisi kamtibmas masyarakat tidak kondusif.
Oleh karena itu Gerakan Mapalus Kamtibmas ini perlu didukung semua pihak karena hal ini juga merupakan implementasi dari Pergub Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pembentukan Forum Mapalus Kamtibmas di Sulut.
Sukarna mengatakan bahwa “program ini sejalan dengan program Tahun Peningkatan Kinerja yang saat ini sedang digulirkan pimpinan Polri. Polri saat ini sedang mereformasi diri dan telah bertekad untuk memberikan pelayanan prima yang anti KKN” sembari mengingatkan aparatnya untuk menegakkan citra Polisi sebagai Konsultan, Polisi sebagai Pelindung, Polisi sebagai Pengayom, tetapi juga sebagai penegak hukum.
Pada kesempatan ini Wakapolri bersama Gubernur juga menyerahkan bantuan Kendaraan Kamtibmas kepada Poltabes Manado, Polres Bitung, Polres Tomohon, Polres Minut, Polres Minsel dan Polres Bolmong. (*)

.
..IYO ASAL BUTUL-BUTUL LEI INI RENCANA BERJALAN…
…JANG CUMA PANAS-PANAS TAI AYAM…
.
..NAPA DAPA LIA SKARANG ITU MAS-MAS JENGGOT KAMBING (FPI) SO MULAI COBA-COBA MO MASO BEKING KACAU DI SULUT ;) ;)
.
..TORANG TETAP DUKUNG INI RENCANA