Agama dan Pendidikan

Study Well, Be Good, Always Champion!

Tetap memegang prinsip sopan santun dalam kehidupan keluarga, bermasyarakat dan kerohanian mereka.

Always Champion

Semua ingin anak-anaknya menjadi ‘juara’. Saya pun demikian, inginnya anak selalu masuk tiga besar di kelas.

Namun, pikiran ini akhirnya saya lupakan karena saya percaya bahwa setiap anak diberikan talenta dan bakat yang berbeda.

Sehingga, juara kelas bukan berarti juara seluruhnya.

Saya dulu juara dua ujian akhir Sekolah Menengah Atas, namun kenapa tidak lulus ‘Saringan Masuk Perguruan Tinggi Negeri’ yang pada zaman saya disingkat UMPTN?

Juara kelas bukan otomotis juara seluruhnya.

Banyak juara-juara kelas, namun kemampuan sosialisasi dan komunikasi mereka sangat kurang.

Sehingga yang saya maksudkan dengan ‘Always Champion’ adalah menjadikan orang tua senantiasa bahagia.

Yang saya harapkan mereka menjadi ‘juara hatiku’ melalui tindakan keseharian mereka, menjadikan hatiku selalu juara.

Saat mereka bahagia, ada gelak tawa, berbagi candaan, bahkan saat mereka tersipu-sipu jika diledeki telah menjadikan mereka juara di dalam hatiku.

Selama mereka hidup dan bernaung dalam lindungan Tuhan, mereka sudah menjadi juara kehidupan.

Tidak perlu harus juara di kelas maupun kejuaraan lainnya.

The true champion is the one who dwells in God’s shelter.

Tak ada kebahagian lain dari orang tua selain melihat anak-anaknya hidup bahagia, damai, dan senantiasa bersyukur atas berkat Tuhan.

Kita tidak perlu menanamkan pemahaman agar anak kita harus kaya di masa depan.

Ajarilah mereka untuk bahagia dalam kehidupan mereka nantinya.

Belajar dengan baik, bertindak dengan baik, dan selalu menjadi juara hatiku, itu pasti harapan tiap orang tua.

(***)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara