
Minut, BeritaManado.com — Anggota Badan Sosialisasi MPR RI Ir Stefanus BAN Liow dan Ajabar mengunjungi Minahasa Utara (Minut), Senin (20/7/2020).
Kedua anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI ini bertemu dengan para guru dan pengawas sekolah, dalam mensosialisasikan empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika sedikitnya.
Dalam pembahasan itu, Anggota DPD RI Dapil Sulut Ir Stefanus BAN Liow mengatakan, peran penting tenaga pendidik yakni guru dan pengawas sekolah sangat sentral, sehingga harus selalu diingatkan agar empat pilar kebangsaan itu, harus terus dipelihara dan disampai-sampaikan kepada anak sekolah, sehingga sejak dini mereka tahu bahwa pedoman dasar bangsa ini adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

“Sasaran dari sosialisasi ini memang ingin memberitahukan bahwa empat pilar ini harus tetap dijaga demi kelangsungan bangsa ini,” jelas Liow.
Dia menambahkan, kenapa para guru yang dipilih menjadi tujuan sosialisasi ini, karena dalam Badan Sosialisasi MPR RI yang terdiri dari anggota DPD dan DPR Sudah dibagi dalam setiap segmen, ada yang melakukan sosialisasi terhadap Ormas, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan juga PGRI.
“Kami turun ke Provinsi Sulut khususnya Kabupaten Minut untuk melakukan sosialisasi empat pilar, yang diharapkan melalui ini ada dampak yang signifikan terhadap pengetahuan dan penjabaran nilai-nilai kebangsaan tersebut,” tandas Liow, yang sudah dua periode Anggota DPD RI ini.
Sementara, Ajabar Anggota DPD RI Dapil Sulawesi Barat mengatakan, tujuan melakukan sosialisasi ini agar PGRI yang ada di Minut mampu memahami setiap nilai yang dikandung dari empat pilar ini.
“Kami berharap para tenaga pendidikan dibawah naungan Dinas Pendidikan Minut tersebut bisa mengetahui secara jelas sehingga empat pilar ini bisa dijabarkan dengan cara terstruktur sistematis dan masif,” jelas Ajabar, saat diwawancarai awak media, usai sosialisasi empat pilar di SKB Tabita Airmadidi.

Kadis Pendidikan Minut Olfie Kalengkongan yang memandu tatap muka tersebut menyatakan, Minut merasa bangga karena lewat sosialisasi ini ada banyak hal yang bisa ditampung untuk dipelajari penerapannya.
“Pemerintah juga berharap keseriusan setiap aparatur pendidikan mulai dari guru, pengawas dan pegawai bisa mengambil sisi positif pertemuan ini yang nantinya dapat diterapkan sehingga membawa dampak bagi kemajuan dunia pendidikan di Minut,” tandasnya.
(***/Finda Muhtar)
