Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Ida Nuryatin Finahari menjelaskan bahwa stimulus sektor ketenagalistrikan yang diperpanjang hingga Desember 2021 ini merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam meringanan beban masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.
Ida berharap, masyarakat dapat memanfaatkan stimulus ini dengan sebaik-baiknya, termasuk dengan berdisiplin dalam penggunaan energi.
“Di tengah pandemi pemerintah hadir untuk bisa meningkatkan daya beli masyarakat, salah satunya dengan stimulus listrik. Dari sisi penggunaan listrik, kita berharap masyarakat disiplin, nggak boros pakai listrik,” kata Ida.
Adapun rencana anggaran pemberian stimulus program ketenagalistrikan triwulan III dan IV 2021 sekitar Rp4,97 triliun.
Khusus triwulan III 2021, anggaran yang disiapkan senilai Rp 2,43 triliun untuk 26,82 juta pelanggan.
Sementara pada triwulan IV 2021, rencana anggaran senilai Rp2,54 triliun untuk 27,12 juta pelanggan. Realisasi anggaran semester I tahun 2021 mencapai Rp6,75 triliun.
Dengan demikian total anggaran yang dibutuhkan untuk pemberian stimulus program ketenagalistrikan sepanjang 2021 sekitar Rp11,72 triliun.
Total anggaran situmus ketenagalistrikan didistribusikan untuk diskon tarif senilai Rp 9,46 triliun dan pembebasan rekening minimum, biaya beban dan abodemen senilai Rp 2,26 triliun.
Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio, menyampaikan apresiasi terhadap pemerintah dan PLN terkait penyaluran stimulus sektor ketenagalistrikan.
Menurutnya, stimulus keringanan biaya listrik ini sudah tepat, karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan pelaku usaha kecil.
Dalam penyaluran stimulus ini, Agus juga berpesan agar pemerintah tetap bisa menjamin keberlangsungan usaha PLN selaku operator ketenagalistrikan di Indonesia.
“Saya merespons baik kebijakan ini, karena dalam situasi seperti sekarang, pemerintah memang harus turun tangan. kalau tidak, ya ambruk. Tapi saya berpesan agar selain melindungi masyarakat, kebijakan ini juga melindungi PLN sebagai operator pengadaan listrik,” ungkap Agus.
Selain soal keakuratan data penerima, Agus juga berpesan agar komunikasi publik tetap bisa dijalin secara baik.
Keandalan Listrik Tetap Terjamin
Tidak hanya memastikan penyaluran stimulus berjalan dengan baik. PLN senantiasa memberikan pelayanan yang prima, dengan pasokan listrik yang andal.
Bob menyampaikan, PLN tetap beroperasi penuh 100 persen. Petugas di lapangan bersiaga selama 24 jam dengan tiga shift. Pemeliharaan jaringan pun terus dilakukan.
Dengan keandalan listrik dari PLN, masyarakat bisa beraktivitas termasuk Work From Home dan Study From Home secara aman.
PLN pun telah menetapkan Masa Siaga Covid-19 untuk periode 1-31 Juli 2021 dan dilakukan pembatasan terhadap pekerjaan yang berpotensi menimbulkan gangguan dan berdampak langsung pada Produsen Oksigen, Rumah Sakit Rujukan Covid-19 dan Sarana Penunjang lainnya.
PLN juga membentuk Posko Siaga dan melaporkan Kondisi suplai Pabrik Produksi Oksigen, Rumah Sakit Rujukan Covid-19 dan lokasi pendukung lainnya. Lalu digelar juga Posko Piket Siaga di setiap unit untuk pengamanan pasokan listrik.
