Nasional

Simak Perbedaan Paskibra dan Paskibraka, serta Sejarahnya

Sesuai perintah Presiden Soekarno, Mayor (Laut) Husein Mutahar bertanggung jawab menyelenggarakan pengibaran bendera pusaka di halaman Istana Gedung Agung Yogyakarta.

Kala itu, pengibaran bendera pusaka hanya menghadirkan lima orang pemuda, namun ini melambangkan Pancasila.

Pada tahun 1950, pengibaran bendera pusaka di Istana Merdeka dilanjutkan usai ibukota dikembalikan ke Jakarta.

Penanggung jawab pengibaran bendara dilakukan Rumah Tangga Kepresidenan hingga tahun 1966.

Baru kemudian pada 1967, Husein Mutahar kembali dipercayakan menangani pengibaran bendera pusaka oleh Soeharto.

Mutahar pun mengembangkan ide-ide dari 1946 hingga formasi pengibaran bendera pusaka menjadi 3 kelompok.

Kelompok ini masing-masing disesuaikan dengan tanggal Proklamasi Kemerdekaan RI, yaitu 17 Agustus 1945 (Agustus dalam angka bulan 8,red).

Sementara anggota pengibar bendera adalah para pemuda yang merupakan anggota Pandu/Pramuka.

Baru kemudian pada tahun 1968, para pemuda utusan provinsi turut ambil bagian menjadi petugas pengibar bendera pusaka.

Namun, petugas pengibar bendera pusaka ini masih ditambahkan eks anggota pasukan tahun 1967 karena belum semua provinsi mengirim utusan.

Pada tahun 1969, upacara penyerahan duplikat Bendera Pusaka dan reproduksi Naskah Proklamasi oleh Suharto kepada Gubernur/Kepala Daerah Tingkat I seluruh Indonesia dilakukan.

Sementara pada peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1969 di Istana Merdeka Jakarta, bendera duplikat mulai dikibarkan menggantikan Bendera Pusaka.

Sejak saat ini juga anggota pengibar bendera pusaka adalah remaja siswa SLTA dari seluruh provinsi di Indonesia.

Siswa yang diutus masing-masing provinsi diwakili oleh sepasang remaja putra dan putri.

(jenlywenur)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara