Kelompok ini yang menjadi pendukung mayoritas menurut TKD Jokowi-Ma’ruf Jawa Timur dan Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN).
Silent majority bisa dibilang kelompok yang tidak mau membuat keributan.
Dukungan dari mereka rupanya mampu menjadi penentu kemenangan bagi Jokowi. Hal ini mungkin akan kembali terjadi untuk Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024.
Ada berbagai dampak dari menjadi seorang silent majority.
Di antaranya, suara kelompok ini sulit terdeteksi jajak pendapat sehingga dapat membuat kejutan di hasil pemilu.
Lalu, memicu kontroversi karena sulit diverifikasi.
Dampak selanjutnya, sering dijadikan narasi politik oleh kandidat tertentu untuk mengklaim basis massa yang lebih besar.
Mereka juga membuat hasil pemilu menjadi sulit diprediksi karena selama ini memilih diam.
Terakhir, kandidat yang mampu menarik dukungan dari silent majority memiliki peluang memenangkan pemilu.
Sebab, mereka mewakili suara mayoritas yang diam. Hal ini bisa dilihat pada hasil suara yang diperoleh Prabowo-Gibran.
(Erdysep Dirangga)
