Berita Utama

Sherpa: Ada Kecurangan Terstruktur dan Masif

Sherpa: Ada Kecurangan Terstruktur dan Masif
Tokoh senior Partai Golkar, Sherpa Manembu (foto beritamanado)

Manado – Sherpa Manembu sebagai wakil ketua tim pemenangan pasangan Careig Naichel Runtu dan Denny Jhonlie Tombeng (CNR-DJT) menilai rencana gugatan pasangan CNR-DJT ke Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap hasil Pilkada Minahasa merupakan hal yang wajar. Apalagi menurut Manembu gugatan tersebut berdasarkan fakta-fakta di lapangan berupa dugaan kecurangan yang dilakukan pasangan nomor urut 4, JWS-Ivansa.

“Ya, rencana Rabu (19/12) besok gugatan kami masukan karena sesuai aturan gugatan harus masuk maksimal 3 hari sesudah pleno pengumuman hasil Pilkada oleh KPU,” tutur Manembu kepada BeritaManado.com, Selasa (18/12) sore.

Dugaan kecurangan yang dimaksudkan Manembu diantaranya banyaknya pemilih ganda saat pencoblosan, maupun mobilisasi masyarakat yang berdomisili di luar Minahasa namun mendapat surat undangan untuk memilih.

“Kecurangan-kecurangan itu banyak terjadi di desa-desa yang berdekatan dengan Manado, salah-satunya di Tikela. Kami berkesimpulan ini adalah kecurangan yang terstruktur dan masif. Karena selama ini yang digembar-gemborkan bahwa pasangan CNR-DJT akan melakukan kecurangan justru terjadi sebaliknya,” tukas legislator DPRD Sulut ini.(Jerry)

20 tanggapan untuk “Sherpa: Ada Kecurangan Terstruktur dan Masif”

  1. so keputusan kemarin, tapi mari bicara torang bicara kenyataan, bahwa banyak penduduk Manado orang yang dikerahkan untuk memilih di Minahasa terutama Tondano dan Tombariri itu benar. SHS tidak menunjukkan kearifan politik. Tetap khan dia mau depe anak jadi. Walau sama dgn SVR mar mobilisasi masif yang dibuat oleh SHS sampai kepada skpd Sulut dan jajarannya adalah ambisi pribadi juga toh.

  2. So boleh sadang bung Sherpa M, so selesai samua sampe MK, jadi akui jo kong siap2 2014 kalu masih mo ta pilih

  3. qt nda ba bela cnr, mar qt tau tu pasangan nomor 4 pe tau2. apa tu pak sherpa da blg butul itu, kg bukang cuma di tikela, di TATAARAN juga terjadi mobilisasi mahasiswa UNIMAluar daerah bisa memilih, walaupun peraturan blg klo yg berdomiaili lebih dari 6bln so bole memilih, tapi kenyataannya ada yg dapat undangan 2 tapi beda tps. boleh dicek, tapi pasti tidak ada mahasiswa yg bakal mengaku karena bagi mereka uang 250rb sudah cukup utk ttp mulut.
    juga soal isu2 “5 taon minahasa nda bqng apa2” ayolah rekan2, jws itu jg wakil bupati minahasa terdahulu, jadi bisa dianggap juga dia turut andil dlm pembangunan si minahasa yg tidak ada apa2nya.
    saya tdk membela no.3, krn saya jg bkn pendukung mereka, namun kalo masalah seperti ini hanya silihat dri satu sisi, kayaknya unfair saja.
    salam hangat.

  4. Maju trus JWS-IvanSa,….torang dukung pa ngoni, biar ndak dapa serangang fajar dari ngoni 2, karena memang ndak ba serang ngoni 2….

  5. Kalu mo ba gugat kong cuma itu tu alasan yahhh paling2 cm di tampa2 khusus tu mo ulang… coba kwak tu gugatan karna politik doi… samua kan … nahhh itu baru alasan tepat .. kong ulang ley ba pilih supaya ley rakyat dapa banyak doi.. iyo to? hahaha kase abis ngoni p doi2 for rakyat itu baru calon yg baik.. kong jangan ley ba pikir2 mo korupsi ulang.. sbab KPK so sadia tali for mo ika … hihihi…

  6. Anda bisa membedakan antara pernyataan seorang polit(ISI) dan pernyataan seorang poli(TIKUS)

    Sherpa Manembu kira-kira maso di mana dia kang?

  7. kira bagugat no nda ada biaya…..sudah jo kwa kan masih ada pilkada brikut,mumpung masih muda…..

  8. Buat apa masukkan gugatan? Bikin malu saja. Akui saja kekalahan itu baru gentle. Dan sekarang memang susah kalau Calon mendapat dukungan Partai Demokrat, pasti kalah. Masyarakat sdh tau, Demokrat, pengurusnya banyak melakukan tindakan Korupsi.Mungkin jika Golkar ndak koalisi dengan demokrat CNR bisa menang…heheheheheheh

  9. menDoakan saja semoga nantinya siapaun Bupati yg jadi adalah benar” utusan Tuhan bukan karena baruci.

  10. Sudah CNR, trima nasib jo,…..Golkar so putus di SULUT…he.he..makanya jangan terlalu serakah dan dan main curang…he..he..

  11. msh segar pilkada minahasa 5 tahun lalu, semua saksi/tim yg kalah tdk setuju & tdk ada yg mau menanda tangani hasil pleno KPUD, krn semua merasa “Ada Kecurangan Terstruktur dan Masif”. pilkada kali inipun tidak diterima, tetapi hanya oleh satu kandidat. ngoni nilai jo dgn putuskan sandiri bagimana noh. so dewasa deng pande2 toh samua. GOD bless minahasa.

  12. Aneh…masakkan “INCUMBENT” mengugat tentang hal di atas padahal dorang yg mengatur semua itukan dorang sendiri….MENGUGAT YG DILAKUKAN SENDIRI…yang bodoh siapa ni???

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara