
Jakarta, BeritaManado.com — Kabar mengenai pemberhentian Prof. DR. dr. Terawan Agus Putranto secara permanen beberapa waktu lalu merupakan suatu keputusan kurang bijaksana dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Meski terkesan dicampakkan oleh manusia, namun bagi Senator RI Dr. Maya Rumantir, MA. Ph.D, dr. Terawan tetap berharga dimata Tuhan.
Atas pelayanan yang penuh dedikasi dari dr. Terawan, hal tersebut akhirnya menuai kesaksian positif dari banyak warga masyarakat khususnya pasien yang pernah dilayaninya.
Demikian diungkapkan Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Dr. Maya Rumantir, MA. Ph.D kepada BeritaManado.com, Jumat (1/4/2022).
Menurutnya, hal itu seharusnya tidak terjadi, mengingat sudah banyak manfaat yang dirasakan masyarakat Indonesia berkat talenta yang Tuhan berikan kepada jenderal bintang tiga tersebut.
“Saya katakan demikian karena apa yang dimiliki dokter Terawan Agus Putranto ini melebihi nilai ilmu yang dimiliki seorang dokter pada umumnya. Hal itu karena selain punya ilmu kedokteran yang diperoleh dalam pendidikan formal, ada juga kemampuan tak lazim yang telah banyak memberikan kesembuhan bagi banyak orang dari kalangan pejabat negara, TNI/Polri, Anggota DPR RI, DPD RI dan lain sebagainya,” katanya.
Adapun salah satu poin mengapa dr. Terawan diberhentikan yaitu karena dinilai telah melakukan sosialisasi mengenai Vaksin Nusantara sebelum produk tersebut mendapatkan izin.
Terkait hal itu, Senator Maya Rumantir menilai apa yang dilakukan dr. Terawan pada uji klinis pertama dan kedua Vaksin Nusantara adalah hal yang wajar agar diketahui oleh masyarakat luas.
“Bagaimana bisa diketahui vaksin nusantara itu baik atau tidak jika tidak ada tanggapan masyarakat dan untuk mendapatkan hal tersebut maka dibutuhkan sosialisasi. Para relawan yang mengikuti uji klinis pertama dan kedua Vaksin Nusantara banyak menyampaikan kesaksian bahwa tidak ada masalah lagi kesehatannya. Dengan pengalaman ini, maka seharusnya apa yang dilakukan dokter Terawan mendapatkan dukungan berbagai pihak termasuk IDI, Kemenkes RI maupun Badan Pengawas Obat dan Makanan RI,” jelasnya.

Yang terjadi saat ini, bahwa apa yang telah dan sedang dilakukan dr. Terawan seakan tidak diakui sesama anak bangsa dalam naungan lembaga yang berwenang dalam memberikan rekomendasi maupun legalisasi, meski telah memberikan kontribusi positif dalam mengatasi Pandemi COVID-19.
“Secara umum, pemberhentian dokter Terawan dapat juga dikatakan sebagai sikap yang kurang menghargai prestasi anak bangsa. Seharusnya jika memang ada kekurangan-kekurangan terhadap apa yang dilakukan dokter Terawan harus mendapatkan dukungan untuk lebih disempurnakan,” ujar Senator Maya Rumantir.
Ditambahkannya, pada dilakukan dr. Terawan sungguh memiliki arti positif dan mereka yang melakukan pemberhentian tersebut mencerminkan sikap yang dapat mematikan karya dan talenta yang dimiliki anak bangsa itu sendiri.
“Nilai moral itu sendiri lebih tinggi dari sekedar nilai ilmu dan harta. Oleh karena itu, apa yang dialami dokter Terawan juga dapat disebut perbuatan yang kurang bijaksana dari oknum-oknum yang sama-sama berprofesi sebagai dokter,” katanya.
Lebih lanjut diungkapkan Senator Maya Rumantir, bahwa akan sangat disayangkan jika Indonesia harus kehilangan sosok dr. Terawan, hanya karena ulah dari oknum-oknum tertentu yang tidak ingin melihat orang lain berhasil.
“Indonesia akan sulit untuk berkembang khususnya di bidang kesehatan, jika upaya dan kerja keras seorang dokter justru dihambat oleh sesama dokter. Saya pribadi yakin, bahwa dokter Terawan memiliki jiwa besar untuk menerima kenyataan ini. Dalam hal melayani, saya senantiasa menjunjung tinggi motto janganlah bersedih apabila diri kita tidak dihargai orang, tetapi bersedihlah jika diri kita tidak berharga,” ungkap Senator Maya Rumantir.
Sebagai salah satu aset bangsa, dr. Terawan diyakini akan mendapatkan dukungan dari banyak pihak, karena apa yang sudah dilakukan selama ini, ternyata dapat membeirkan manfaat positif kepada banyak orang.
“Saya pribadi akan terus mendukung karya-karya intelektual dokter Terawan Agus Putranto terhadap kepentingan banyak orang. Sebagai seorang dokter yang berprestasi dan berpengalaman, dokter Terawan sangat dibutuhkan bangsa Indonesia untuk menghadapi situasi-situasi sulit, salah satunya Pandemi COVID-19,” tandasnya.
Tidak hanya itu, aksi pemecatan dr. Terawan tersebut mengundang keprihatinan Senator Maya Rumantir selaku Anggota Komite III DPD RI dan secara lebih luas menjadi keprihatinan bangsa Indonesia bahkan dunia kesehatan internasional.
