Sebab itu, dia berharap Dedi Mulyadi dibawa ke Aceh dan jadi pemimpin di sana.
“Akang Dedi Mulyadi keren. Kami di Aceh, butuh orang kayak Bapak, Pak. Mari ke Aceh,” pinta perempuan di dalam video.
“Mohon, Bapak Kapolri, ditangkap (Dedi Mulyadi) (dan) bawa ke Aceh),” sambungnya.
Video tentang perempuan yang meminta polisi menangkap Dedi Mulyadi berawal dari Instagram, sebelumnya akhirnya meluas dan viral di platform media sosial lainnya, seperti TikTok.
Narasi dan permintaan si Ibu di awal disinyalir menjadi penyebab video tersebut menarik perhatian dan viral.
Sebab banyak yang terkecoh dengan permintaan mengejutkan dari emak di dalam video yang sampai melibatkan kepolisian.
Namun ternyata, di balik permintaan itu, ada apresiasi besar yang diarahkan kepada Dedi Mulyadi.
Apresiasi yang disampaikan dalam bentuk yang unik itu terasa segar dan humoris di tengah ramainya “drama” antara Dedi Mulyadi dan Aura Cinta.
Sebelumnya, video sang gubernur beradu argumen mengenai acara perpisahan di sekolah dengan Aura Cinta menjadi viral.
Saat itu, Aura tidak setuju bila Dedi Mulyadi serta merta meniadakan acara perpisahan, yang dianggap sebagai ajang berkumpul para siswa sebelum benar-benar berpisah.
Perdebatan mereka menuai kontroversi, di mana ada yang berpihak pada Dedi hingga sebaliknya.
Karier Dedi Mulyadi
Dedi Mulyadi adalah salah satu tokoh politik asal Jawa Barat yang dikenal karena gaya kepemimpinannya yang unik dan dekat dengan budaya lokal.
Lahir di Subang pada 11 April 1971, Dedi memulai karier politiknya dari level paling bawah, lalu menapaki tangga kekuasaan dengan rekam jejak yang cukup panjang dan penuh warna.
Dedi Mulyadi mulai meniti karier politiknya di tingkat legislatif. Ia terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Purwakarta pada 1999 dari Partai Golkar.
Dalam waktu yang relatif singkat, ia dikenal sebagai sosok muda yang vokal dan progresif, sehingga tak butuh waktu lama baginya untuk mendapatkan kepercayaan lebih besar dari masyarakat dan partainya.
Dedi naik level menjadi Wakil Bupati Purwakarta mendampingi Bupati Lily Hambali Hasan Pada 2003. Kemudian, pada 2008, ia mencalonkan diri sebagai Bupati Purwakarta dan terpilih. Dedi menjabat dua periode sebagai Bupati Purwakarta (2008–2018).
Selama menjabat, Dedi dikenal luas karena program-program pembangunan berbasis budaya Sunda dan pendekatan yang humanis kepada masyarakat.
Ia memperkenalkan identitas lokal ke ruang-ruang publik, seperti ornamen khas Sunda di kantor-kantor pemerintahan dan gerbang desa. Di tengah geliat pembangunan, Dedi juga aktif mengembangkan sektor pendidikan dan pelestarian lingkungan.
