Agama dan Pendidikan

Ribuan Legioner Banjiri Bukit Berbunga, Tanah Minahasa Saksi Kukuhnya Persaudaraan dan Pengabdian Legio Christi

Ribuan Legioner Banjiri Bukit Berbunga, Tanah Minahasa Saksi Kukuhnya Persaudaraan dan Pengabdian Legio Christi
Apel Akbar Legio Christi di Taman Doa Bukit Berbunga, Minahasa.

Minahasa, BeritaManado.com — Hari itu, suasana di Taman Doa Bukit Berbunga, Minahasa, terasa berbeda.

Sejak pagi, ribuan orang mulai berdatangan, bukan untuk piknik biasa, melainkan untuk sebuah acara besar yang penuh makna.

Sebanyak 1.146 anggota Legio Christi dari berbagai paroki dan stasi se-Keuskupan Manado berkumpul dalam Apel Akbar yang digelar pada Minggu (14/9/2025).

Acara diawali dengan perarakan Salib Suci yang khidmat, dimulai dari Paroki Santo Petrus Warembungan.

Barisan legioner, dengan mantap dan tertib, mengiringi salib hingga tiba di lokasi apel.

Perjalanan ini bukan sekadar prosesi, melainkan wujud nyata dari semangat persatuan mereka.

Menurut Letkol Purn Ventje Mamarodia, selaku Koordinator Umum Legio Christi Keuskupan Manado, apel akbar ini adalah ungkapan syukur yang mendalam.

Kegiatan ini dirancang untuk merayakan Pesta Salib Suci sekaligus memperingati 157 tahun kembalinya Gereja Katolik ke Keuskupan Manado.

Ventje menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada semua legioner yang hadir.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua legioner yang hadir, khususnya yang datang dari jauh. Kehadiran Anda semua menjadi bukti semangat persaudaraan dan pengabdian,” ujarnya.

Mengusung tema “Dengan Tanda Ini, Kita Menang,” ia berharap acara ini akan memotivasi setiap legioner untuk terus berkarya dan mengabdi, demi kemuliaan Tuhan.

Puncak acara adalah Perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Manado, Mgr Benediktus Estephanus Rolly Untu, MSC.

Dalam homilinya, Mgr Rolly Untu mengajak umat untuk tidak hanya melihat salib sebagai simbol, melainkan sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan.

“Mari kita melihat salib yang hidup dalam diri kita, keluarga kita, dan komunitas umat,” pesannya, memberikan renungan yang mendalam bagi semua yang hadir.

Pastor Rhein Saneba, PR, selaku Moderator Legio Christi Keuskupan Manado, menyebut apel akbar ini sebagai momentum bersejarah.

Ia menekankan bahwa kekuatan Legio Christi tidak datang dari harta atau materi, melainkan dari semangat memberi dan berkorban, meneladani Kristus di kayu salib.

“Legio Christi adalah pasukan Kristus. Kita dipanggil untuk selalu berkorban demi pemajuan persekutuan dan kemuliaan Tuhan,” tegas Pastor Rhein, mengingatkan kembali esensi dari panggilan mereka.

Apel akbar ini juga dihadiri oleh para pengurus Legio Christi Keuskupan Manado, seperti Wakil Ketua Fanny Mawey, Sekretaris Umum Venny Kompo, Bendahara Budiarto Prawiro, serta para koordinator dari berbagai tingkatan.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara