Berita Utama

Ratusan Warga ke Pdt Hein Arina: Tuhan Bersamamu, KuasaNya Indah Pada Waktunya

Ratusan Warga ke Pdt Hein Arina: Tuhan Bersamamu, KuasaNya Indah Pada Waktunya
Lambaian tangan Pdt Hein Arina dari mobil menuju rutan.

BeritaManado.com — Siang yang terik di Pengadilan Negeri Manado terasa begitu berat, Kamis (18/9/2025).

Di antara deretan kursi dan wajah-wajah tegang, ada sosok Pdt. Hein Arina.

Ia mengenakan kemeja putih sederhana, seperti yang biasa ia kenakan di mimbar gereja, namun kali ini bukan untuk berkhotbah.

Kemeja itu adalah saksi bisu dari badai pergumulan yang kini ia hadapi dalam kasus Dana Hibah GMIM.

Di tengah hiruk pikuk ruang sidang yang disesaki warga, Pdt. Hein tetap tenang.

Matanya teduh, sorotnya tak menyiratkan dendam atau amarah.

Sesekali, ia mencatat di buku kecil yang selalu ia genggam.

Pulpen yang terselip di saku kemejanya, yang biasanya digunakan untuk menuliskan pesan-pesan suci, kini menemani perjalanan yang penuh cobaan ini.

Ratusan Warga ke Pdt Hein Arina: Tuhan Bersamamu, KuasaNya Indah Pada Waktunya
Warga mendatangi mobil yang mengantar Pdt Hein Arina dan para terdakwa lainnya. Mereka memberikan semangat dan dukungan.

Warga yang datang juga tak bisa menyembunyikan kesedihannya.

Mereka melihat sosok pemimpin yang mereka cintai, yang mengajarkan arti kesetiaan dan kasih, kini harus melewati ujian berat.

Saat sidang usai, Pdt. Hein Arina berjalan menuju mobil tahanan.

Ratusan warga bergegas mendekat.

Mereka berbisik dan menangis, menyampaikan doa dan dukungan.

“Pak pendeta, Tuhan bersamamu,” teriak seorang warga.

“Kuasa-Nya indah pada waktunya,” sambung yang lainnya.

Suara-suara itu seolah memecah keheningan, menggema di pelataran pengadilan.

Dari balik jendela mobil, Pdt. Hein hanya bisa membalas dengan lambaian tangan yang lembut dan senyum.

“Amin, amin, terima kasih,” katanya.

Ucapan itu adalah sebuah doa, sebuah pengakuan, sebuah harapan yang digantungkan pada Tuhan.

Dalam lambaian tangannya, tidak ada kesedihan.

Yang ada hanyalah ketenangan.

Sebuah pesan tentang keteguhan hati yang tak bisa digoyahkan.

(Alfrits Semen)


ADVERTISEMENT