
Manado — Dandim 1309/Manado Kolonel Inf Daniel ES Lalawi memberikan materi wawasan kebangsaan Indonesia kepada 730 mahasiswa pada pengenalan kehidupan kampus mahasiswa baru ( PKKMB) melalui tatap muka dan virtual di gedung Poltekkes lantai 3, ruangan Bunaken, Rabu (13/7/2022).
Agar menjadi generasi muda yang tangguh dan berwawasan kebangsaan serta mampu mewarisi nilai-nilai perjuangan para pendahulu, pertama-tama Dandim mengajarkan rasa kekompakan para MABA.
Contoh, laporan kepada pemberi materi yang diperagakan oleh Babinsa, sehingga bisa menjadi kompak karena para MABA berasal dari sekolah yang berbeda-beda.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir, Direktur Politeknik Kesehatan Kemenkes Manado Dra Elisabeth N. Barung. M.kes, Apt serta para Dosen Poltekkes Kemenkes Manado.
Dalam materinya tentang resonansi kebangsaan dan bahaya radikalisme serta pencegahannya, Dandim Manado menyampaikan, bagaimana paham terorisme dan radikalisme masuk ke dalam ideologi-ideologi masyarakat terutama para pemuda penerus bangsa yang berada dalam lingkup dunia kampus.
Untuk itu, berbagai pencegahan harus dilakukan guna menangkal masuknya ideologi yang menyimpang dari Pancasila, di mana saat ini paham terorisme dan radikalisme terus berkembang di Indonesia.
“Hal ini dinilai sangat berbahaya, oleh karena itu diharapkan peran dari masyarakat serta para pemuda terlebih mahasiswa sangat kami butuhkan dalam upaya menangkal paham tersebut, agar tidak masuk terlalu dalam ke warga negara Indonesia,” ujar Dandim.
Mahasiswa PKKMB sangat antusias mendengarkan pemberian materi wawasan kebangsaan Indonesia.
Dalam kesempatan sesi tanya jawab, ada dua mahasiswa bertanya melalui virtual tentang suatu ancaman perang bagi suatu negara dan persyaratan penerimaan Pa PK TNI (khusus tenaga kesehatan).
“Besar harapan saya kepada mahasiswa baru PKKMB Poltekkes Kemenkes Manado ini, yang merupakan generasi muda penerus bangsa indonesia, harus bisa memahami bahaya Radikalisme dan Terorisme serta mampu menyampaikan kepada masyarakat yang belum mengerti akan bahaya Radikalisme dan terorisme ini,” tutup Kolonel Inf Lalawi.
(***/srisurya)
