Kabar baiknya, sebuah penelitian yang dipublikasikan pada Diabetes Care menunjukkan bahwa risiko diabetes bisa menurun hingga 16% untuk penurunan setiap 1 kg berat badan.
Penurunan berat badan dapat dilakukan dengan mengurangi asupan kalori harian dari makanan dan minuman yang dikonsumsi, serta meningkatkan pembakaran kalori dengan rutin berolahraga dan memperbanyak aktivitas fisik.
“Disarankan untuk menurunkan berat badan secara bertahap dengan pola hidup sehat agar dapat dipertahankan dalam jangka waktu panjang,” tambah dr Farid.
Senada dengan dr Farid, Noviana Halim selaku Brand Manager Tropicana Slim mengatakan, dirinya percaya pola hidup sehat adalah cara terbaik untuk mencegah dan melawan diabetes, salah satunya dengan membatasi asupan gula, garam, dan lemak sebagai bagian dari pola makan sehat.
“Aktif bergerak seperti senam bersama yang kita lakukan hari ini, serta memantau kadar gula darah mandiri secara berkala. Mengurangi konsumsi makanan minuman manis dan gorengan, termasuk dengan memasak sendiri di rumah, dapat menjadi salah satu alternatif untuk mendukung pola makan sehat. Dengan memasak sendiri kita bisa secara langsung memilih sumber makanan dengan kandungan nutrisi yang lebih baik karena faktanya memasak makanan sendiri mampu menurunkan risiko diabetes hingga 13% lebih rendah,” jelas Noviana.
Bagi masyarakat yang sudah terdiagnosa diabetes, diperlukan upaya lebih dalam mengontrol kadar gula darah untuk mencegah adanya komplikasi yang dapat memperparah kondisi penderita.
Kembali dr. Farid menambahkan, penting bagi diabetesi untuk bisa mengelola kondisi masing-masing secara mandiri, sehingga tentunya mereka harus memiliki pengetahuan luas, semangat, dan konsistensi untuk mengontrol kadar gula darahnya.
Apabila diabetesi memiliki kekhawatiran terhadap kondisi mereka atau mengalami gangguan kesehatan tertentu, maka disarankan untuk segera menghubungi dokter atau tenaga kesehatan.
“Bersama dengan Tropicana Slim, RSCM FKUI berharap kampanye #Hands4Diabetes2023 ini dapat memberikan pemahaman bagi para diabetesi dan masyarakat umum dalam mencegah, melawan, dan mengelola diabetes,” kata dr Farid.
Kondisi diabetes dan komplikasinya diketahui juga berkaitan erat dengan masalah psikologi diabetesi, termasuk rasa cemas dan kondisi depresi.
Hal ini dapat menyebabkan turunnya tingkat kualitas hidup diabetesi sehingga, dukungan keluarga sebagai support system terdekat sangatlah dibutuhkan.
Mengingat kondisi emosional ini dapat mengganggu ketaatan diabetesi dalam menjalankan anjuran pola makan, olahraga, hingga pengobatan yang diperlukan untuk mengontrol kondisi diabetes.
dr. Rudy Kurniawan, SpPD, DipTH, MM, MARS, pendiri Komunitas Sobat Diabet mengatakan, terdapat berbagai bentuk dukungan yang dapat dilakukan keluarga diabetesi, mulai dari dukungan emosi, dukungan apresiasi, dukungan instrumental, hingga dukungan informasi.
Dukungan emosi dapat berupa kata-kata motivasi untuk memberi semangat, perhatian (seperti menanyakan kabar dan kondisi), atau bersedia menemani mereka.
Dukungan apresiasi bisa berupa pujian yang dapat meningkatkan motivasi mereka dengan instrumental berupa bantuan menyiapkan makanan, bantuan mengingatkan jadwal konsumsi obat dan pemeriksaan rutin, serta bantuan menyediakan alat pengukur kadar gula darah.
Sementara itu, dukungan informasi berupa nasihat, saran, atau masukan terkait kondisi diabetes.
“Dengan dukungan keluarga yang baik, tingkat kualitas hidup pada diabetesi pun akan semakin baik karena terbukti mampu meningkatkan ketaatan para diabetesi dalam mengontrol kondisinya,“ tambah dr. Rudy.
Untuk memberikan kemudahan bagi diabetesi dan keluarga dalam mendapatkan pilihan produk bebas gula, rendah garam, dan rendah lemak, serta bercita rasa tinggi untuk mendukung gaya hidup sehat keluarga Indonesia, Tropicana Slim bekerja sama dengan Lazada memberikan penawaran khusus bagi keluarga Indonesia selama bulan November 2023 ini.
