COVID19

Puluhan Nakes yang telah Divaksin Wafat, Epidemiolog Usul Beri Dosis Ketiga

“Booster ini sangat diperlukan untuk memperkuat respons antibodi terhadap varian baru, terutama Delta dan mungkin Delta plus. Selain meningkatkan imunitas dan juga meningkatkan efikasinya dari ancaman varian baru,” kata Dicky.

Epidemiologi dari Universitas Airlangga Windhu Purnomo mendukung pemberian vaksin dosis ketiga, namun terdapat dua hal yang perlu diperhatikan.

“Pertama persoalan stok vaksin yang terbatas, karena targetnya adalah menciptakan kekebalan kelompok, jadi apakah efektif memvaksin mereka yang sudah dapat atau memberikan ke mereka yang belum vaksin?” kata Windhu.

Puluhan Nakes yang telah Divaksin Wafat, Epidemiolog Usul Beri Dosis Ketiga
Petugas medis membawa pasien covid-19 untuk diisolasi. Foto: Suara.com

Kedua, apakah vaksin Sinovac efektif dalam menangkal varian baru, sehingga perlu dilakukan penelitian terlebih dahulu.

“Seperti contoh di Bangkalan, Madura, ada lima nakes yang meninggal, mereka sudah dapat dua dosis vaksin. Saya curiga ini karena varian baru, contoh mungkin varian Delta dari India yang memiliki daya tular tinggi dan kemampuan menghindari antibodi,” kata Windhu.

“Nah kalau divaksin dosis ketiga, keempat, tidak ada gunanya jika variannya berbeda dengan vaksin ini [Sinovac] yang varian Wuhan. Sehingga perlu diriset dulu dengan pengurutan keseluruhan genom (whole genome sequencing), varian apa sebenarnya,” tambah Windhu.

Tiga kemungkinan meninggal setelah divaksin

Dokter spesialis paru-paru dari Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta, Faisal Yunus mengatakan terdapat tiga kemungkinan mengapa tenaga kesehatan yang telah mendapatkan vaksin namun tetap meninggal akibat Covid-19.

Kemungkinan pertama, nakes tersebut terkena virus sebelum atau saat proses vaksinasi sehingga vaksin belum membentuk antibodi.

“Vaksin pertama itu belum punya daya tahan antibodi. Itu baru mengkondisikan atau mempersiapkan antibodi. Vaksin kedua baru mulai memproduksi antibodi dan hasil maksimal itu setelah satu bulan,” kata Faisal.

Kedua, adalah pengaruh varian baru di mana vaksin dibuat untuk melawan varian lama sehingga ada kemungkinan vaksin tidak berfungsi dengan baik.

Faktor ketiga adalah karena vaksin yang digunakan tidak efektif dalam melawan virus corona, terutama varian baru.

Belum ada rekomendasi WHO

Saat dikonfirmasi, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, saran vaksinasi dosis ketiga belum ada publikasi ilmiah dan rekomedasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Dan, saat ini tim peneliti dari Unpad (Universitas Padjajaran) yang melakukan uji klinis tahap tiga sedang melakukan pemantauan titer antibodi pascapenyuntikan dua dosis lengkah vaksin Sinovac. Nanti ini tentunya memberikan masukan bagi kami apakah perlu penambahan kembali booster suntikan ketiga atau perlu memang pengulangan dari awal,” kata Nadia.

Nadia menambahkan, terkait dengan meningkatnya penularan Covid di tenaga kesehatan disebabkan beberapa faktor.

Di antaranya, kasus Covid yang meningkat signifikan sehingga membuat para nakes bekerja keras dan menimbulkan kelelahan sehingga rentan tertular.

“Faktor lelah, faktor keterpaparan yang besar ini menjadi faktor penularan tetapi 90% yang tertular tidak ada gejala dan gejalanya ringan. Sangat kecil yang gejala berat dan umumnya disebabkan karena adanya komorbid,” ujar Nadia.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara