Agama dan Pendidikan

Protes WNA ke GMIM Masih Jadi Perbincangan, Billy Lombok: Gereja Tidak Anti Kritik

“Hari Minggu 20 Agustus 2023, ada aduan ke Polsek dan kami langsung turun ke TKP (tempat kejadian perkara),” ujar dia.

Pada Senin 21 Agustus 2023 Polsek Bunaken Kepulauan langsung berkoordinasi dengan pihak imigrasi.

“Yang bersangkutan sudah dipanggil oleh pihak imigrasi,” tandas Ipda Angger Mahendra.

Terkait postingan para turis yang berfoto sambil memegang spanduk bertuliskan “We Are On Holiday And Do Not Want To Be Woken Up By GMIM Church Until 07.00 AM” yang artinya adalah kami sedang liburan dan tidak ingin dibangunkan oleh gereja GMIM hingga jam 7 pagi. Dari informasi yang diperoleh dilakukan sebelum kejadian tanggal 19 Agustus tersebut.

Postingan para turis asing memegang spanduk tersebut disinyalir dilakukan sebelum melakukan check out dari salah satu resort di Pulau Bunaken.

Respon Keras Panglima Panji Yosua

Panglima Panji Yosua James Sumendap pasca kejadian tersebut memberikan respon keras dengan mengecam aksi protes oknum WNA.

Dalam video yang beredar di sosial media facebook Selasa, (28/8/2023) James yang juga sebagai bupati Kabupaten Minahasa Tenggara itu meminta wakil ketua bidang hukum untuk melapor ke Polda Sulut, bahkan mengancam akan menurunkan pasukan Panji Yosua untuk mengawal hal tersebut.

“Kita kalau talia kita ajar pa dia. Kalau GMIM tidak bertindak, saya kumpul ini Panji Yosua berapa puluh ribu ini. Kita cari pa ini bule ini. Torang angkat dia, bawa pulang dia. Jangan ada di tanah Minahasa,” tegas James dalam penggalan video dengan dialek Manado yang kental.

Lanjut James, GMIM tidak boleh dihina. Itu karena kultur, karena budaya, saling menghormati orang beribadah subuh.

“Kita yanh ada di tanah minahasa, di wilayah GMIM, tidak boleh di ganggu gugat. Orang baca sumbangan dan orang beribadah itu sama. Karena itu berkat Tuhan dari jemaat yang Tuhan kase, for Gereja dan itu harus dibacakan. Kalau ada orang-orang yang terganggu dengan itu, silahkankeluar dari tanah minahasa,” tegasnya lagi.

WNA Minta Maaf

Kejadian turis asing di Pulau Bunaken, yang berselisih paham dengan warga akibat merasa terganggu dengan dengan bunyi dari pengeras suara gereja yang dinilai mengganggu privasi wisatawan direspon oleh Kapolresta Manado Kombes Pol Julianto Sirait.

“Benar ada kejadian tersebut dan saat ini sedang ditangani pihak imigrasi,” kata Kombes Pol Julianto Sirait saat ditemui di Mapolresta Manado, Senin (28/8/2023).

Kapolresta Sirait mengimbau agar kejadian serupa tidak terulang, sikap toleransi dan menghargai budaya dan kebiasaan warga lokal setempat wajib dihormati khususnya kepada wisatawan atau WNA yang berkunjung ke Kota Manado.

Dijelaskan lebih lanjut, pariwisata nyaman, aman dan menyenangkan memang sudah seharusnya diwujudkan di Kota Manado.

“Kita harus ciptakan pariwisata yang nyaman, aman, dan menyenangkan untuk semua orang, tak hanya kepada turis namun juga dengan masyarakat setempat,” tambah Kapolresta Sirait.

Ternyar diketahui oknum WNA yang berinisial TJK, yang dalam video viral tmelakukan protes tersebut bakal dipertemukan dengan pihak GMIM oleh Imigrasi.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara