
Bitung, BeritaManado.com — Kepolisian Resort (Polres) Bitung melaksanakan apel gelar pasukan Operasi Kepolisian Keselamatan Samrat 2026 di halaman utama Polres Bitung, Senin (2/02/2026).
Apel gelar Pasukan dipimpin oleh Waka Polres Bitung, Kompol Johanis Heintje Daniel Korompis, SE, dan dihadiri Asisten l Setda Kota Bitung, Forsman Dandel, S.Sos, para PJU, Forkopimda, pejabat instansi terkait, personel Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Damkar dan Sat Pol PP.
Tema apel gelar pasukan Ops Keselamatan Samrat 2025 “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman Nyaman dan Selamat Menjelang Operasi Ketupat Samrat 2026″, dengan tujuan utama untuk menciptakan sitkamseltibcar lantas menjelang perayaan Idul Fitri 1447 H.
Dalam amanat Kapolda Sulut Irjen Pol. Roycke Harry Langie, SIK, MH, yang dibacakan Waka Polres Bitung, Kompol Johanis Heintje Daniel Korompis menyebut bahwa apel gelar pasukan merupakan bagian penting dari proses manajerial.
Hal ini untuk memastikan kesiapan Polri bersama seluruh instansi terkait dan potensi masyarakat dalam mendukung pelaksanaan operasi di lapangan.
Kesiapan tersebut meliputi personel, kemampuan, serta sarana dan prasarana pendukung.
Kapolda Sulut juga memaparkan data kecelakaan lalu lintas di wilayah Polda Sulut selama periode Oktober hingga Desember 2025.
Tercatat sebanyak 619 kejadian kecelakaan lalu lintas, dengan korban meninggal dunia 71 orang, korban luka ringan 884 orang, serta kerugian material mencapai Rp1.337.500.
Data tersebut menunjukkan bahwa angka kecelakaan masih tergolong tinggi dan membutuhkan langkah strategis serta terpadu.
“Untuk menekan angka kecelakaan dan menciptakan situasi lalu lintas yang aman dan nyaman, Polda Sulut bersama jajaran Polres melaksanakan operasi keselamatan Samrat 2026 dengan berbagai target kegiatan,” ujar Waka Polres.
Sasaran kegiatan di antaranya 6.400 kegiatan dikmas lantas, berupa penyuluhan dan pemasangan spanduk, stiker, baliho, program Polisi sahabat anak, Cara aman anak ke sekolah, Patroli keamanan sekolah, serta pembinaan Pramuka Saka Bhayangkara lalu lintas.
Selain itu dilaksanakan 2.098 kegiatan pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli serta pendidikan terhadap 8.895 pelanggaran melalui tilang elektronik (ETLE), tilang mobile, dan teguran tertulis menggunakan blangko teguran.
Kapolda Sulut juga menekankan lima poin utama, yakni:
- Memberikan pelayanan maksimal dengan menggelar kekuatan secara tepat pada titik rawan kemacetan dan kecelakaan melalui koordinasi lintas instansi,
- Meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kriminalitas,
- Mengotimalkan penggunaan sarana dan prasarana,
- Melakukan terobosan kreatif yang dapat di pertanggungjawabkan secara hukum,
- serta melakukan penegakan hukum secara tegas namun tetap humanis.
Kompol Johanis Heintje Daniel Korompis juga menyampaikan bahwa operasi keselamatan Samrat 2026 di wilayah hukum Polres Bitung melibatkan 50 personel, dengan kemungkinan penambahan kekuatan dari instansi eksternal seperti TNI, Dinas Perhubungan, dan unsur terkait lainnya sesuai kebutuhan di lapangan.
“Operasi ini dilaksanakan selama 14 hari, terhitung sejak tanggal 2 Februari hingga 15 Februari 2026,” jelas Kompol Johanis Heintje Daniel Korompis.
Ia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Bitung untuk senantiasa mematuhi aturan lalu lintas, baik pengendara roda dua maupun roda empat.
Penggunaan helm dan sabuk pengaman, keputusan terhadap batas kecepatan, kelengkapan surat-surat kendaraan, serta menghindari perilaku berisiko menjadi perhatian utama.
“Keselamatan dalam berkendara sangat penting, karena ada keluarga yang menunggu kita pulang ke rumah dengan selamat,” pesan Waka Polres Bitung Kompol Johanis Heintje Daniel Korompis.
