Sementara Humas Unima Drs Titof Tulaka SH MAP mengatakan bahwa kasus-kasus ini sudah lama, bahkan sebagian besar sudah dijalani.
Lanjut berkaitan dengan Pusat Mentalitas Pancasila, kata dia, jangan disamakan seperti hambalang.
“Ini keterlambatan waktu, proyek ini tetap jalan dan dananya itu ada. Semua dalam proses dan diberi kesempatan hingga Maret ini,” jelasnya.
Dijelaskannya, semuanya ada proses dan berkaitan dengan program di Unima, usai mendapat legitimasi dari Dikti sebagai atasan, selalu akan kembali lagi ke sana.
“Ibu Rektor juga selalu berkoordinasi ke sana. Tidak ada satu pun kewenangan dari Ibu Rektor yang bertindak melakukan hal tertentu di sini,” tuturnya.
(jenlywenur)
