Agama dan Pendidikan

PMI, GMKI, BEM Se-Sulut Deklarasikan Gerakan Donor Darah Berbasis Mahasiswa

Deklarasi Gerakan Donor Darah Berbasis Mahasiswa
Deklarasi Gerakan Donor Darah Berbasis Mahasiswa

 

Manado – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Manado bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Se-Sulut bersepakat mendeklarasikan Gerakan Donor Darah Berbasis Mahasiswa di IT Center Manado Sabtu (26/11/2016) yang merupakan salah satu pusat keramaian Kota Manado.

drg. Hizkia R. Sembel, Ketua GMKI Manado yang merupakan penggagas Gerakan Donor Darah Berbasis Mahasiswa ini mengungkapkan bahwa sangat bersyukur dapat mengajak adik-adik di BEM Se-Sulut untuk bersama-sama menjalankan misi kemanusiaan.

“Donor darah merupakan salah satu kegiatan kemanusiaan yang paling tulus ketika kita diajarkan untuk memberi tanpa mengetahui siapa nanti penerima darahnya, tanpa membedakan suku, agama dan ras. Itulah arti Kemanusiaan yang sesungguhnya,” kata Hizkia Sembel.

Hizkia Sembel menjelaskan bahwa langkah ini hanya merupakan langkah awal yang digagas oleh GMKI Manado.

“Semoga kedepan PMI Sulut dapat memberdayakan BEM-BEM di Perguruan Tinggi Se-Sulut untuk melakukan misi kemanusiaan serta upaya pemenuhan stok darah dari kalangan mahasiswa. Terima kasih kepada ibu Annie Dondokambey selaku Ketua Timsus Giat Donor Darah PMI Sulut yang terus konsen berupaya mencukupi pemenuhan stok darah di Sulawesi Utara,” tutur Hizkia Sembel yang juga berprofesi sebagai dokter gigi.

Combyan Lombongbitung, Presiden Mahasiswa Universitas Sam Ratulangi menambahkan bila hari ini kegiatan tersebut merupakan salah satu hari paling bersejarah bagi karena momentum berkumpulnya Pimpinan BEM Se-Sulawesi Utara jarang terjadi dan boleh berkumpul untuk misi kemanusiaan itu sangat luar biasa.

“Kami pimpinan BEM Se-Sulawesi Utara bersepakat dan berkomitmen untuk bersama-sama dalam misi kemanusiaan yang salah satunya penyiapan stok darah di PMI Sulut. Berbagai kendala dan hambatan di kampus pasti ada termasuk masih kurangnya partisipasi mahasiswa untuk mendonorkan darahnya karena rasa takut dan kurang edukasi tentang manfaat mendonorkan darah. Namun jika tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi?” tutur Combyan didampingi pimpinan BEM lainnya.

Sementara Hendra Tuju, Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Kristen Indonesia Tomohon mengatakan bahwa akan mendukung penuh program-program kemanusiaan termasuk gerakan donor darah berbasis mahasiswa di kampus UKIT.

“Namun sangat disayangkan deklarasi untuk kemanusiaan dalam menunjang program PMI Sulut ini belum mendapatkan respon yang baik dari Pengurus PMI Sulut, terlihat hanya Ketua dan jajaran Timsus Giat Donor Darah PMI Sulut yang hadir, semoga kedepan pengurus PMI Sulut dapat merespon dan turut bersama-sama dalam Gerakan ini sehingga tidak hanya akan jadi seremonial saja,” tutur Hendra dan Dedy Manlesu, Ketua Dewan Mahasiswa UTSU Manado.

Annie Dondokambey, SH, MH dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada GMKI Manado yang menjadi penggagas dalam Deklarasi Gerakan Donor Darah Berbasis Mahasiswa ini.

“Timsus Giat Donor Darah PMI Sulut berupaya sehingga pemenuhan stok darah PMI Sulut terus meningkat setiap bulannya, semoga melalui gerakan donor darah berbasis mahasiswa ini target kita dalam pemenuhan stok darah di Sulut dapat tercapai. Mari jadikan donor darah sebagai gaya hidup kita,” tutur Dondokambey.

Hadir dalam Deklarasi, berbagai perwakilan BEM Perguruan Tinggi Se-Sulut diantaranya UNSRAT, UNIMA, UKIT, UTSU, STAKN, DE LA SALLE serta Ketua GMKI Manado dan Ketua Timsus Giat Donor Darah PMI Sulut menandatangi kesepakatan dan komitmen dalam Gerakan Donor Darah Berbasis Mahasiswa ini. (***/rds)

 

drg Hizkia R Sembel, Ketua GMKI Cabang Manado
drg Hizkia R Sembel, Ketua GMKI Cabang Manado saat menandatangani deklarasi disaksikan Annie Dondokambey SH MH Ketua Timsus Giat Donor Darah PMI Sulut (belakang)

 

Baca juga berita terkait GMKI Manado:

 

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara