Umat Tionghoa di Indonesia telah memberikan kontribusi besar dalam berbagai bidang yang memperkaya khazanah kehidupan berbangsa.
Senator Maya berharap kontribusi tersebut terus ditingkatkan dengan semangat kegotongroyongan, sehingga nilai-nilai toleransi tidak hanya berhenti pada retorika, namun termanifestasi dalam tindakan nyata yang bermanfaat bagi orang banyak di seluruh pelosok negeri tercinta ini.
Kedekatan emosional Maya Rumantir dengan para tokoh lintas agama membentuk perspektifnya yang inklusif tentang makna hari raya bagi persatuan.
Beliau melihat bahwa setiap tradisi dalam Imlek, seperti makan malam bersama keluarga, memiliki filosofi mendalam tentang kebersamaan yang kokoh.
Persatuan dalam keluarga adalah cerminan dari persatuan nasional yang lebih besar.
Jika setiap keluarga mampu menjaga kerukunan, maka bangsa Indonesia secara otomatis akan menjadi bangsa yang kuat dan tidak mudah diadu domba oleh kepentingan kelompok tertentu.
Sebagai anggota DPD – MPR RI, Maya Rumantir berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan yang menjamin kebebasan beragama dan menjalankan tradisi budaya bagi setiap warga.
Beliau menegaskan bahwa perlindungan terhadap identitas budaya adalah bagian dari pemenuhan hak asasi manusia yang dijamin oleh konstitusi kita.
Imlek adalah kekayaan budaya Indonesia yang harus dijaga bersama sebagai identitas bangsa yang majemuk.
Melalui perayaan ini, beliau ingin membuktikan bahwa Indonesia adalah laboratorium toleransi terbaik di mata dunia internasional.
Menghadapi tantangan global yang dinamis, Senator Maya mengajak umat yang merayakan Imlek untuk menjadi agen perubahan yang membawa kesejukan.
Beliau berharap nilai-nilai luhur seperti kejujuran, kerja keras, dan bakti kepada orang tua yang menjadi ciri khas budaya Tionghoa dapat terus diwariskan.
Karakter yang kuat ini, dipadukan dengan filosofi kuda yang pantang menyerah, akan menjadi modal sosial penting bagi Indonesia.
Dengan demikian, bangsa kita akan tetap berdiri tegak dan berwibawa dalam menghadapi dinamika zaman yang terus berubah.
Gong Xi Fa Cai 2577 Kongzili. Selamat Tahun Baru Imlek bagi seluruh saudara-saudaraku yang merayakan di mana pun berada.
Mari kita terus melangkah bersama dengan hati yang penuh damai, tangan yang terbuka untuk bersahabat, dan jiwa yang berkomitmen menjaga persatuan.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberkati perjalanan bangsa kita menuju masa depan yang lebih gemilang, penuh harmoni, dan abadi dalam bingkai kasih sayang yang tulus antar sesama umat manusia di bumi pertiwi.
(Frangki Wullur)
