Agama dan Pendidikan

Pesan Imlek Senator Maya Rumantir: Memacu Semangat Kuda dalam Bingkai Toleransi dan Persahabatan

Pesan Imlek Senator Maya Rumantir: Memacu Semangat Kuda dalam Bingkai Toleransi dan Persahabatan
Senator Maya Rumantir

Jakarta, BeritaManado.com — Merayakan datangnya Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, Senator asal Sulawesi Utara DR Maya Rumantir MA PhD, menyampaikan pesan sukacita bagi seluruh warga Tionghoa di Indonesia.

Bagi beliau, momentum Imlek bukan sekadar perayaan pergantian tahun, melainkan kesempatan emas untuk memperkuat kembali ikatan persaudaraan antar sesama anak bangsa.

Beliau berharap semangat baru di tahun Shio Kuda ini membawa energi positif bagi terciptanya masyarakat yang lebih harmonis, sejahtera dan penuh dengan keberkahan Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam pandangannya, umat yang merayakan Imlek memiliki peran strategis sebagai pilar utama dalam menjaga nilai-nilai persahabatan di tengah kemajemukan Indonesia.

Senator Maya Rumantir menekankan bahwa persahabatan yang tulus melampaui sekat etnis dan agama adalah kekayaan hakiki yang harus dipelihara demi stabilitas nasional.

Beliau mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan perayaan ini sebagai jembatan yang menghubungkan perbedaan, sehingga kerukunan yang telah terjalin lama tidak mudah goyah oleh isu-isu yang dapat memecah belah keutuhan bangsa.

Secara khusus, Senator dengan lesung pipinya yang khas, menyoroti filosofi Kuda yang menjadi perlambang tahun ini sebagai inspirasi bagi karakter bangsa.

Kuda dikenal sebagai hewan yang melambangkan kecepatan, kekuatan dan ketangguhan dalam menghadapi medan yang sulit.

Beliau berpesan agar warga yang merayakan Imlek dapat mengadopsi sifat kuda yang setia dan bekerja keras tanpa kenal lelah.

Semangat “Lari Kencang” ini harus diarahkan untuk memacu kemajuan pembangunan nasional serta mempercepat proses pemulihan sosial ekonomi bagi seluruh rakyat Indonesia.

Lebih lanjut, pemilik beberapa lukisan kuda dari pelukis terkenal ini menjelaskan bahwa kuda adalah simbol kebebasan yang tetap memiliki disiplin tinggi dan kepatuhan pada arah yang benar.

Dalam konteks berbangsa, kebebasan berekspresi dan berbudaya harus diiringi dengan disiplin untuk tetap menjaga etika serta toleransi terhadap sesama.

Senator Maya ingin agar semangat kuda ini memotivasi setiap individu untuk terus bergerak maju, melampaui rintangan perbedaan, dan fokus pada tujuan bersama yaitu mewujudkan Indonesia yang lebih bermartabat, adil, dan makmur bagi semua golongan.

Senator yang dikenal konsisten menyuarakan perdamaian, mengutip nilai luhur dari kitab suci umat Khonghucu untuk memperkuat pesannya. Beliau mengutip kalimat bijak dari Kitab Lun Yu:

“Di empat penjuru lautan, semua manusia adalah saudara” (Si Hai Zhi Nei, Jie Xiong Di Ye).

Prinsip universal ini, menurut beliau, sangat relevan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi dasar negara.

Dengan memandang sesama sebagai saudara, maka sikap toleransi dan saling menghormati akan tumbuh secara alami dalam hati setiap warga negara.

Peraih gelar Ph.D. bidang studi Human Resource ini menjelaskan bahwa toleransi bukanlah sekadar membiarkan perbedaan, melainkan aktif membangun kerja sama yang produktif demi kemajuan bersama.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara