Agama dan Pendidikan

Perwakrin USA Rayakan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di New York, Diaspora Kawanua Turut Hadir dalam Sukacita Iman

Perwakrin USA Rayakan Natal 2025 & Tahun Baru 2026 di New York, Diaspora Kawanua Hadir Penuh Sukacita
Perwakrin USA Rayakan Natal 2025 & Tahun Baru 2026 di New York, Diaspora Kawanua Hadir Penuh Sukacita

New York, BeritaManado.com — Persekutuan Warga Kristen Indonesia (Perwakrin) Amerika Serikat menggelar Ibadah Natal 2025 dan Perayaan Tahun Baru 2026 secara khidmat dan penuh sukacita di Promise Church, Flushing, New York, Jumat 3 Januari 2026.

Perayaan ini mengusung tema “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 2:21–24), yang menegaskan peran iman dalam kehidupan keluarga Kristen diaspora Indonesia.

Sekitar 400 warga Kristiani Indonesia, termasuk diaspora Kawanua (Minahasa), datang dari berbagai wilayah seperti New York, New Jersey, Connecticut, New Hampshire, hingga Philadelphia.

Kehadiran lintas daerah dan denominasi ini mencerminkan kuatnya semangat persatuan umat Kristen Indonesia di Amerika Serikat.

Dihadiri Diplomat RI dan Senator Negara Bagian New York

Perayaan Natal dan Tahun Baru Perwakrin USA ini turut dihadiri Konsul Jenderal Republik Indonesia di New York, Winanto Adi, serta undangan khusus mewakili Pemerintah Negara Bagian New York, Senator John Liu.

Hadir pula para pejabat teras Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI), jajaran Konsulat RI, serta tokoh-tokoh masyarakat Indonesia di Amerika Serikat.

Ketua Panitia, Anton Sinambela, dalam sambutannya menegaskan bahwa perayaan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan wadah penguatan iman dan kebersamaan diaspora.

Nuansa Budaya, Pujian, dan Identitas Kawanua

Rangkaian acara dibuka dengan tari tradisional “Giring-Giring”, menghadirkan nuansa budaya Nusantara yang kental.

Persembahan pujian “Mary, Did You Know?” dibawakan VG Fortepella Fisdac New Jersey, disusul tarian “All I Want for Christmas” oleh WKI GMIM Alfa Omega, yang menambah semarak perayaan.

Sambutan rohani disampaikan Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB dan Organisasi Internasional, Duta Besar Y.M. Umar Hadi, yang menekankan pentingnya persatuan iman dan peran strategis diaspora Kristen Indonesia di kancah global.

Momen haru terasa kuat ketika lagu “O Holy Night” dinyanyikan oleh penyanyi rohani Putri Siagian, yang menggugah emosi jemaat, khususnya komunitas Kawanua Kristen yang hadir.

Salah seorang warga Kawanua, Joutje Kaunang, yang hadir bersama sang istri Eva, mengaku perayaan tersebut meninggalkan kesan rohani yang mendalam.

“Kami betul-betul merasakan sukacita dan haru. Saat lagu O Holy Night dinyanyikan, suasananya sangat menyentuh hati dan mengingatkan kami akan makna kelahiran Kristus yang sesungguhnya,” tutur Joutje.

Ia menilai perayaan Natal Perwakrin menjadi ruang perjumpaan iman sekaligus penguatan identitas Kristen Indonesia di perantauan, khususnya bagi komunitas Kawanua.

Kiri ke Kanan: Ibu TN, Winanto Adi (Konjen New York), John Liu (New York State Senator), Anton Sinambela (Ketua Panitia ), Joutje Kaunang.
Kiri ke Kanan: Ibu TN, Winanto Adi (Konjen New York), John Liu (New York State Senator), Anton Sinambela (Ketua Panitia ), Joutje Kaunang.

Simbol Persatuan Diaspora Kristen Indonesia

Persembahan pujian berlanjut melalui lagu “He’s Still The King” oleh Paduan Suara Indonesian Pioneer SDA Church, serta drama musikal karya Erik Lodewijk dan Sisca Yusuf yang mengangkat pesan Natal secara reflektif dan mendalam.

Ketua Perwakrin, Erik Lodewijk, menutup rangkaian acara dengan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia, pengisi acara, dan jemaat.

Acara kemudian dilanjutkan dengan foto bersama serta doa makan yang dipimpin Pdt. Joshua Umboh, S.Th, Gembala GMIM Alfa Omega New York–New Jersey.

Perayaan yang berlangsung sejak pukul 18.00 hingga 23.00 waktu setempat ini menjadi simbol kuat persatuan, iman, dan jati diri diaspora Kristen Indonesia, termasuk komunitas Kawanua, dalam menyongsong tahun 2026 dengan harapan dan pengharapan baru.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara