Manado – Terkait dengan keluarnya surat instruksi dari pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manado untuk melakukan Musyawarah Lembaga (MUSLEM) VI kembali setelah HMI Cabang Manado menerima gugatan dari salah satu kandidat yang kalah dalam pertarungan MUSLEM ke VI pada tanggal 25 Februari 2012 di hotel Yuta, maka Formateur / Direktur terpilih LKMI-HMI Manado menyatakan tidak percaya lagi terhadap pengurus HMI Manado periode 2011 – 2012, karena keputusan yang diambil tersebut hanya sepihak dan sangat merugikan tanpa dilakukan mediasi terlebih dahulu dari kedua pihak baik yang tergugat maupun yang menggugat.
Hal ini diutarakan oleh Wahyudi Hardi. Keputusan yang diambil oleh pengurus HMI Manado tidak didasarkan atas konstitusi yang diatur dalam AD/ART HMI dan juga pengurus HMI Cab Manado terlalu jauh mengintervensi. Menurutnya, juga bahwa ini sangat menghambat kemajuan dari organisasi ini dan kader-kader HMI, khususnya para kader LKMI yang ingin berkarya di bidang kesehatan secara profesional.
Sementara itu salah satu kader HMI Manado, Muh Rizki Ramadhan yang merupakan mahasiswa kedokteran mengutarakan bahwa tindakan HMI Manado hanyalah menghabiskan energi saja. “Masalah ini hanya menghabiskan energi, kami para kader merasa sangat dirugikan karena sudah 7 bulan terkatung-katung, yang sebenarnya tujuan didirikan organisasi ini untuk melatih kami sebagai calon tenaga kesehatan yang profesional yang mampu berinteraksi langsung dengan masyarakat,” katanya.
Berhubungan dengan masalah intervensi dari pengurus HMI Cab Manado berlanjut juga pada rapat anggota komisariat (RAK) VIII yang dilaksanakan pada tanggal 22 April 2012 di Manado Bersehati Hotel, dimana menurut Fachrurrozy Basalamah bahwa lagi-lagi pengurus HMI Manado terlalu jauh mengintervensi. ditunjukkan dengan sikap cabang yang merugikan salah satu kandidat pada forum saat itu, dan dirinya siap membuktikan dalam bentuk video dan foto.(jkf)
