Kota Bitung

Peringatan Otda 2026, Wali Kota Hengky Honandar Sampaikan Amanat Mendagri di Hadapan ASN

Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, SE membacakan Sambutan Mendagri pada Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026.

Penulis: Syarif Umar l Bitung

Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, SE, membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri pada upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Kantor Wali Kota Bitung, Senin (4/5/2026).

Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka, S.Sos, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bitung Ny. Ellen Honandar Sondakh, SE, Sekretaris TP PKK Ny. Jacinta Marybell Maringka Gumolung, unsur Forkopimda, serta para Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Bitung.

Dalam sambutan Menteri Dalam Negeri yang dibacakannya, Wali Kota Hengky Honandar menegaskan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah merupakan momentum penting untuk memperkokoh komitmen seluruh elemen pemerintahan dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Otonomi daerah adalah instrumen strategis untuk mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia,” ujar Honandar.

Tema Hari Otonomi Daerah tahun ini, “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, mengandung makna penting tentang kemandirian dan tanggung jawab daerah dalam mengelola potensi lokal. Hal tersebut harus diwujudkan melalui sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah.

Ia menekankan, tanpa koordinasi yang baik, tujuan besar pembangunan nasional tidak akan tercapai secara optimal. Oleh karena itu, sinkronisasi kebijakan antara pusat dan daerah menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan.

Dalam sambutan tersebut, disampaikan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat pelaksanaan otonomi daerah, di antaranya integrasi perencanaan dan penganggaran nasional dengan daerah, reformasi birokrasi berbasis hasil yang didukung digitalisasi, penguatan kemandirian fiskal daerah, serta peningkatan kolaborasi antar daerah.

Selain itu, pemerintah daerah juga diharapkan fokus pada pemenuhan layanan dasar dan pengentasan ketimpangan, serta memperkuat stabilitas dan ketahanan daerah di tengah berbagai tantangan global.

“Otonomi daerah memberikan ruang bagi daerah untuk berinovasi dan mengembangkan potensi lokal, namun tetap harus berada dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wali Kota Hengky Honandar juga mengajak seluruh kepala daerah untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, terutama dalam menghadapi isu-isu strategis seperti ketahanan pangan, energi, pengelolaan sumber daya air, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, hingga pengembangan kewirausahaan.

Dalam konteks tata kelola pemerintahan, reformasi birokrasi dan penegakan hukum juga menjadi perhatian utama guna mewujudkan pemerintahan yang transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik korupsi.

Di akhir sambutan, ditegaskan pula pentingnya efisiensi dalam pelaksanaan kegiatan pemerintahan, termasuk dalam peringatan Hari Otonomi Daerah.

Seluruh pemerintah daerah diminta untuk menyelenggarakan kegiatan secara sederhana, tidak berlebihan, serta menghindari pemborosan anggaran. Setiap penggunaan anggaran harus memberikan nilai tambah nyata bagi masyarakat dan berdampak langsung terhadap peningkatan pelayanan publik.

Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 ini menjadi refleksi sekaligus pijakan bagi seluruh daerah untuk terus mengoptimalkan penyelenggaraan pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di tengah dinamika dan tantangan yang terus berkembang.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara