Kota Manado

Penyakit Kanker Bisa Disembuhkan, CISC Sosialisasikan Pentingnya Deteksi Dini

Penyakit Kanker Bisa Disembuhkan, CISC Sosialisasikan Pentingnya Deteksi Dini
Peringatan Hari Kanker se-Dunia di Manado

Manado — Jumlah penderita kanker di Manado, Sulawesi Utara (Sulut) kian bertambah setiap tahunnya.

Selain dipengaruhi oleh faktor keturunan yang jumlahnya hanya sekitar 10-15 persen, gaya hidup menjadi salah satu faktor penyebab.

Penyakit kanker juga merupakan salah satu penyakit mematikan terutama apabila terlambat diketahui atau nanti terdeteksi saat sudah tingkat lanjut.

Meski demikian, bukan berarti penyakit kanker tidak bisa disembuhkan karena dunia medis telah berkembang pesat dan berbagai rangkaian pengobatan dapat membantu pasien terutama yang mendapat layanan kesehatan dengan cepat.

Sejumlah kasus membuktikan, penderita kanker berbagai usia bisa disembuhkan jika cepat dideteksi dan mendapat layanan kesehatan yang benar.

Hal tersebut dijelaskan Ketua Cancer Information and Support Center Association (CISC) Manado dr Harlinda Hareon, SpPD KHOM, saat pelaksanaan Hari Kanker se-Dunia yang digelar pada Sabtu (1/2/2020) di Megamall Manado.

Diketahui, CISC adalah anggota Union for Internasional Cancer Control (UICC) yang merupakan pelopor hari kanker sedunia pada 4 April 2000 silam.

Penyakit Kanker Bisa Disembuhkan, CISC Sosialisasikan Pentingnya Deteksi Dini
dr Harlinda Haroen

Selain jalan sehat dan senam bersama berbagai kuis dan talkshow tentang fakta dan mitos penyakit kanker pun digelar dalam penyambutan Hari Kanker se-Dunia yang turut dihadiri oleh para medis, surviver kanker, keluarga dan relawan.

“Lewat kegiatan ini kami ingin menyebarluaskan informasi kepada masyarakat bahwa kanker itu tidak menakutkan makanya penting melakukan deteksi dini. Jika diketahui masih stadium awal, bisa langsung mendapat pengobatan. Kami dari CISC juga aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait hal ini,” ujar dr Harlinda Haroen kepada BeritaManado.com.

Tema I Am And I Will merupakan wujud kampanye secara luas untuk mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mendukung, bersuara, beraksi serta mendorong pemerintah untuk melakukan upaya yang lebih baik dalam pengobatan dan penanggulangan penyakit kanker.

Hingga saat ini, CISC yang didirikan oleh Aryanthi Baramuli Putri (ABP) SH MH terus berkolaborasi dan bekerjasama dengan banyak pihak, demi membantu penderita kanker, keluarga, bahkan masyarakat luas untuk mendapatkan informasi dan edukasi yang benar tentang kanker termasuk layanan kesehatan.

Harlinda pun menjelaskan, jenis penyakit kanker yang paling banyak diderita oleh perempuan untuk saat ini adalah kanker payudara, dan untuk laki-laki yaitu kanker paru kemudian kini bertambah dengan kanker usus besar.

“Untuk kanker payudara ada yang namanya sadari yaitu periksa sendiri. Dalam berbagai penyuluhan hal tersebut dijelaskan agar dipraktekkan oleh para wanita untuk deteksi dini. Sementara untuk usus memang termasuk yang susah dideteksi sehingga pasien yang datang kebanyakan sudah stadium lanjut. Namun, perlu dikenali yang namanya change of habit atau perubahan kebiasaan, misalnya BAB yang biasanya lancar tiba-tiba susah, berat badan menurun drastis dan sebagainya, itu perlu diwaspadai, tapi tentu perlu ada pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Harlinda.

Sebagai informasi, untuk deteksi dini atau penanganan medis, di Manado ada RSUP Prof Kandouw Malalayang dan RS Siloam yang dapat menangani pasien kanker.

(sri surya)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara