Tahuna – Melihat antusias penonton pertandingan musik bambu seri A malam hingga pagi tadi minggu (10/7/2014), maka sang Ketua Pelka Laki–laki Sinode GMIST, Jabes E Gaghana SE MM angkat bicara mengenai perlu diperbanyak iven seperti ini, bahkan seharusnya pertandingan musik bambu dilaksanakan 2 kali setahun.
“Melihat antusia penonot yang memenuhi lapangan Gesit Tahuna ini, pelaksanaan pertandingan musik bambu ini harus dilaksanakan 2 kali setahun selain iven tahunan pelka laki-laki, perlu adanya EO sehingga grup-grup masamper ini terus berlatih dan semakin hari semakin baik,” katanya kepada beritamanado saat diwawancarai di sela- sela pertandingan.
Dikatakannya pula, melihat ribuan penonton yang penuhi lapangan ini menandakan bahwa musik bambu merupakan seni Budaya warga Nusa Utara yang paling disukai, buktinya penonton yang hadir malam ini, paling banyak berasal dari luar kota Tahuna.
“Seni budaya musik bambu lebih disukai warga Nusa Utara,” tutupnya.(gun)
