Bisnis dan Ekonomi

Pendapatan Sopir di Sulut Turun Hingga 90 Persen

Pendapatan Sopir di Sulut Turun Hingga 90 Persen
Sebuah mikro tampak melintas depan kantor pusat BSG (foto: BeritaManado.com)

Manado, BeritaManado.com – Salah satu sektor informal yang patut mendapat perhatian pemerintah adalah pengemudi angkutan umum.

Betapa tidak, sejak pandemi COVID-19 melanda, pendapatan para sopir di Sulut turun dratis.

Kondisi diperparah sejak aturan tegas dari pemerintah mengharuskan penumpang menjaga jarak dalam armada.

“Sekarang penumpang tidak boleh penuh karena perlu menjaga jarak paling dekat satu meter,” kata Ketua DPD Organda Sulut, Novri Rengkung kepada BeritaManado.com, Senin (11/5/2020).

Sebenarnya kata Novri Rengkung, masalah bukan pada pembatasan penumpang. Pihaknya menyambut baik aturan tersebut karena untuk kepentingan bersama.

“Memang penumpang yang menurun. Ada ketakutan memakai jasa angkutan umum,” bebernya.

Kata Novri, sekarang para sopir untung-untungan mencari nafkah.

Sebab untuk mendapatkan satu penumpang saja harus menunggu berjam-jam.

“Bahkan sering mobil tidak berangkat karena tidak ada penumpang,” katanya.

Pendapatan Sopir di Sulut Turun Hingga 90 Persen
Novri Rengkung

Menurut dia, kondisi ini juga dirasakan pada level armada besar yang melayanai Antar Kota-Antar Provinsi (AKAP).

“Apalagi sejak ada larangan mudik dan penutupan di setiap perbatasan kabupaten,” tutur Rengkung.

Mewakili keluhan para sopir, ia berharap pemerintah memperhatikan hal ini.

Pasalnya, para pengemudi yang sebelumnya tersentuh bantuan hanya mereka di dalam perkotaan.

“Padahal masih banyak lebih membutuhkan khususnya sopir AKAP dan AKDP,” terang Novri.

Ia menambahkan, pendapatan para sopir angkutan kini menurun drastis hingga 90 persen.

“Memang ini paling terparah. Pemasukan benar-benar minim. Padahal, sopir bekerja hari ini untuk makan besok hari,” tandasnya.

(Alfrits Semen)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara