
Sangihe, BeritaManado.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe, bakal mengundang Kementrian Perindustrian dan Perdagangan (KemenPerindag) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), untuk melakukan sosialisasi di Kabupaten Kepulauan Sangihe terkait program Tol Laut.
Dikarenakan program tol laut saat ini kurang diminati oleh pengusaha karena telah dikenakan pajak.
Hal ini dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Sangihe Feliks Gaghaube, Rabu (18/9/2019).
Dikatakannya, upaya optimalisasi program tol laut, beberapa terobosan bakal ditempuh dan akan mengundang KemenPerindag dan Kemenhub, sehingga program tol laut berkelanjutan dan mendapat respon positif dari pelaku usaha untuk ambil bagian dalam proses kegiatan perdagangan.
“Nantinya kita harus lebih bijak meminimalisir semua permasalahan yang terjadi terhadap tol laut. Tetapi, realita yang terjadi akibat perpajakan ini jumlah perdagangan gerai maritim ini mengalami penuruanan,” ujar Gaghaube kepada BeritaManado.com, Rabu (18/9/2019).
Dia menjelaskan, saat ini juga muatan tol laut mengalami penutupan yang sangat jauh, dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kita bisa melihat dari muatan di tol laut. Muatan waktu Desember 2018 itu rata-rata hingga 92 persen dan menurun hingga 18 sampai 16 persen pada saat ini,” katanya.
Ditambahkannya, ini juga akan berpengaruh terhadap evaluasi antara perhubungan terhadap trayek, yang ditakuti perjuangan pemerintah untuk mengembalikan jalur tol laug ke Sangihe, dan melihat kondisi saat ini kurang peminat, bisa saja jalur tol laut ada lagi ke Sangihe.
“Ini memang benar, pajak benar, program ini juga benar. Tetapi menjadi imbas nantinya itu adalah masyarakat, karena masing-masing akan mempertahankan,” pungkasnya.
(Christ)
