Amurang – Dalam rangka penigkatan iman bagi seluruh jajaran PNS Pemkab Minsel kepada Tuhan. Pemerintah Kabupaten Minsel mengelar ibadah Kebangunan Kebaktian Rohani (KKR) yang dilaksanakan di Gedung Waleta Kantor Bupati Minahasa Selatan, Senin (8/7).
Ibadah yang dipimpin oleh Pdt Tony Daud dari Jakarta bersama tim BAS Sulut, mengambil khotbah dari kitab perjanjian Baru Efesus 6 : 11 – 18, turut dihadiri oleh oleh Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu SE bersama suami tercinta Bapak Deky Palinggi SE. Dan diramaikan dengan
Penampilan puji-pujian dari Juara Dunia gitaris Alvaro Sances dari USA yang membawakan beberapa buah lagu kesaksian Hidupnya, serta penyanyi Lokal manado Rendy Lapian dan pelawak Sion gideon dari Jakarta.
Hadir juga pada acara tersebut, Wakil ketua DPRD Kabupaten Minsel Ibu JJ Tumbuan SE, Plt Sekda Minsel Ir Farri Liwe , para Asisten, serta kepala-kepala SKPD, dan seluruh staf jajaran Pemkab Minsel serta BKSAUA kabupaten Minahasa Selatan.
Dalam sambutannya Bupati Minahasa Selatan, Tetty Paruntu, menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran bahkan kotbah dari Pdt Daud Tony bersama tim bahkan tamu dari USA. Dan jakarta.
“Kegiatan ini memang sudah menjadi program rutin dari pemkab Minsel dalam rangka peningkatan Iman kepada Tuhan sehingga seluruh jajaran pemkab Minsel selalu ada pembaharuan Iman dalam bertugas, selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap kerja sehingga bekerja dan berdoa ketika berjalan bersama-sama maka tujuan kami minsel berdikari cepat akan secepatnya terwujud. Jadi Atas nama pemerintah kabupaten Minsel, Saya menugucapkan terimakasih atas kehadiran dan Khotbah dari Pdt Tony Daud Bersama tim, dan tamu dari USA,” kata Paruntu.(van)

@Remmy Kalalo & Einstein yang jenius… coba cek akang itu ongkos2 bawa tamu2 itu dari mana????? APBN/APBD atau CSR atau kantong pribadi CEP?????
Kita stuju itu KKR, kalo memang dana2nya bukang dari APBN/APBD, bagus katu noh, tapi kalo itu benar2 pake APBN/APBD so cilaka itu Pemda, KPK so musti maso untuk lidik. APBN/APBD buat masyarakat miskin supaya dorang lebe bae secara fisik/materi bukang lewat KKR.
Gw pernah berpendapat bahwa sebaiknya diperbanyak KKR di Sulawesi Utara karena sangat banyak Nilai-nilai yang hilang dalam kehidupan masyarakat Sulut yang religius…
Cara berpolitik yang kelihatan sudah menghalalkan hal-hal yang tidak sejalan dengan semangat iman Kristen mengindikasikan bahwa perlu ada Penyegaran dan Peningkatan Kualitas Iman seperti yang dilakukan Pemkab Minsel…
Salut buat Pemkab Minsel…
Orang-orang yang menyindir dan menentang kegiatan Rohani seperti KKR tentu lebih berpendapat bahwa sebaiknya bukan KKR melainkan kegiatan politik yang membagi-bagikan uang…atau mungkin konser musik atau yang lainnya…
@Aceng: klo ada indikasi Koruspi segera dilapor, tapi jangan dulu berprasangka buruk sebelum ada bukti jangan hanya karena opini pribadi akhirnya kita menghakimi padahal opini pribadi kita belum tentu benar apalagi yang dilakukan oleh Pemkab Minsel adalah hal yang positif yaitu mengadakan Kebaktian Untuk Tuhan. jadi sekali lagi kita boleh punya pendapat karena kita bebas berpendapat tapi harus diingat juga bahwa kita adalah negara hukum yang menjunjung praduga tak bersalah (ini bagi yang sudah ditetapkan sebagai terdakwa dalam sebuah sengketa hukum) apalagi yang anda komentarin hanya opini pribadi anda.
kenapa musti ada KKR di Pemda Minsel????? Apa mungkin itu KKR jadi Korupsi terselubung di Pemda Minsel mengingat itu ongkos mengundang orang-orang itu ke Minsel?????
Kalo memang ada biaya-biaya soal KKR, bukankah lebe bae kalo dana itu dipake untuk infrastruktur dan masyarakat?????