Minahasa

Pemkab Minahasa Perkuat Ideologi Pancasila, Generasi Muda Diminta Tak Terjebak Intoleransi dan Narkoba

Pemkab Minahasa Perkuat Ideologi Pancasila, Generasi Muda Diminta Tak Terjebak Intoleransi dan Narkoba

Sekda Lynda Watania saat membuka kegiatan Penguatan Ideologi Pancasila dan Karakter Kebangsaan Bagi Generasi Muda di Kawangkoan

Penulis: Frangki Wullur | Tondano

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Sosialisasi Penguatan Ideologi Pancasila dan Karakter Kebangsaan bagi generasi muda.

ADVERTISEMENT

Kegiatan tersebut dihadiri dan dibuka langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Minahasa Lynda Watania, didampingi Asisten I Riviva Maringka dan Kepala Badan Kesbangpol Minahasa Denny Kojansow.

Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Minahasa memperkuat pemahaman generasi muda terhadap Pancasila, wawasan kebangsaan, persatuan dan toleransi di tengah berbagai tantangan kehidupan berbangsa.

Kepala Kesbangpol Minahasa Denny Kojansow dalam laporannya mengatakan, penguatan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan perlu terus dilakukan, khususnya bagi generasi muda.

Menurutnya, generasi muda memiliki posisi strategis karena menjadi bagian dari kelompok yang akan menentukan arah kehidupan bangsa di masa mendatang.

Karena itu, pemahaman terhadap Pancasila dan wawasan kebangsaan dinilai tidak cukup hanya diberikan secara teoritis, tetapi perlu terus diperkuat melalui berbagai kegiatan edukatif.

Sementata itu Sekda Lynda Watania mengatakan bahwa Pemkab Minahasa hadir di dunia pendidikan, salah satunya untuk memperkuat fondasi karakter bangsa khususnya bagi generasi muda.

Sekda Lynda Watania menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pemkab Minahasa untuk memperkuat karakter kebangsaan generasi muda.

“Ini merupakan program Pemerintah Kabupaten Minahasa. Hal ini sangat penting karena pemerintah hadir dalam dunia pendidikan di Minahasa,” ujar Lynda Watania.

Ia mengatakan, bahwa kehidupan masyarakat Indonesia saat ini tidak terlepas dari perjuangan para pendiri bangsa yang telah mempertahankan kemerdekaan dan keutuhan Pancasila.

Menurut Lynda, sejarah perjuangan bangsa menunjukkan bahwa sejak masa menjelang kemerdekaan sudah terdapat berbagai pihak yang berupaya menggagalkan perjuangan menuju Indonesia merdeka.

Karena itu, semangat mempertahankan persatuan dan keutuhan bangsa harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Tantangan Generasi Muda Semakin Kompleks

Lynda Watania mengingatkan, bahwa tantangan terhadap eksistensi bangsa saat ini tidak hanya datang dari dalam negeri, tetapi juga dari lingkungan global.

Berbagai tantangan tersebut mencakup persoalan keamanan, kesehatan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, bencana alam hingga pengaruh budaya luar.

Perkembangan teknologi informasi juga membawa tantangan tersendiri.

Arus informasi yang begitu cepat dapat memengaruhi cara berpikir dan perilaku generasi muda, termasuk munculnya sikap intoleransi.

“Gangguan untuk memecah belah bangsa ada di sekitar kita,” tegasnya.

Menurut Watania, kondisi tersebut menunjukkan bahwa generasi muda berada pada posisi yang rentan terhadap berbagai pengaruh.

Karena itu, penguatan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Bonus Demografi Harus Dipersiapkan Sejak Sekarang

Sekda Lynda Watania juga mengingatkan mengenai peluang bonus demografi yang diproyeksikan akan menjadi salah satu kekuatan Indonesia menuju 2045.

Namun, bonus demografi tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila generasi muda tidak dipersiapkan sejak sekarang.

“Generasi muda adalah tulang punggung bangsa untuk masa depan. Karena itu harus dipersiapkan dengan baik,” katanya.

Indonesia, lanjutnya, memiliki kekayaan sumber daya dan potensi yang luar biasa.

Potensi tersebut harus diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia yang memiliki karakter, tanggung jawab dan kecintaan terhadap bangsa.

Narkoba, Pergaulan Bebas dan Perkelahian Jadi Ancaman Nyata

Selain tantangan ideologi dan perkembangan teknologi, Watania menyoroti sejumlah persoalan yang secara langsung mengancam generasi muda.

Narkoba, pergaulan bebas dan perkelahian disebut sebagai tantangan nyata yang harus dihadapi bersama.

Karena itu, generasi muda perlu dibekali tidak hanya dengan pengetahuan, tetapi juga karakter dan nilai-nilai kebangsaan yang kuat.

Lynda Watania menekankan pentingnya membangun sikap persatuan dan toleransi secara berkelanjutan.

Menurutnya, dibutuhkan figur-figur muda yang memiliki tanggung jawab untuk meneruskan cita-cita para pendiri bangsa.

“Generasi muda harus menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan, toleransi dan meneruskan cita-cita bangsa,” pungkasnya.