Berita Utama

Pekerja Dengan Gaji di Bawah UMP Naik Signifikan, Hingga Capai 109 Juta Jiwa

Peneliti Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, Salsabila Azkia Farhani, mengatakan potensi gen Z terancam oleh pengangguran terbuka yang lebih besar.

Lantaran belum terserap tenaga kerja di usia tersebut.

“Gen Z menjadi boomerang untuk Indonesia. Apalagi, Tinggi usia pengangguran muda ini terkait mix match industri dan kompetensi lulusan muda,” katanya dalam acara diskusi Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal 2026 secara virtual, Rabu (28/5/2025).

Kata dia, tingginya pengangguran usia muda di sekitar 15-24 tahun bukan hanya persoalan ketersediaan lapangan kerja.

Tetapi adanya mismatch antara kebutuhan industri dengan kompentensi lulusan muda.

Lantaranya kuranganya pengalaman kerja yang jarang dimiliki oleh generasi Z.

“Lapangan kerja ini membutuhkan kompetensi sangat demanding untuk gen Z. Skill gen z tidak mencukupi industri jadi boomerang untuk industri tenaga kerja,” kata dia.

Tentunya dengan meningkatnya jumlah pengangguran di Indonesia maka bakal menambah kapasitas kemiskinan.

Serta bakal menghambat perekonomian Indonesia.

Apalagi, Knstitute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional ke depan menjadi alaram.

Indef pun menilai terdapat delapan pertanda gawat melambatnya pertumbuhan ekonomi RI.

“Pemerintah terlihat tidak cukup agresif dalam merespons tren perlambatan ekonomi global ini dengan strategi diversifikasi dan peningkatan daya saing manufaktur berbasis teknologi tinggi,” tulis laporan tersebut.

Kedua, volatilitas harga komoditas menciptakan risiko ekonomi domestik “dual shocks” bagi Indonesia.

Yakni satu sisi, positive revenue shock dari lonjakan harga batubara dan minyak mentah yang berpotensi menambah penerimaan devisa dan royalti, namun sifatnya temporer dan tidak inklusif.

(Erdysep Dirangga)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara