
Manado, BeritaManado.com — Pdt Gilbert Lumoindong meminta warga Sulawesi Utara (Sulut) tidak menerima uang dari pasangan calon (paslon) manapun dengan imbalan suara saat di TPS.
Menurut Gilbert Lumoindong, merespon politik uang apalagi mengambilnya adalah tindakan memalukan.
“Jangan jadi pelacur politik. Melacurkan suaranya demi uang, hanya memilih orang yang membayar,” tegas Gilbert kepada BeritaManado.com, Senin (7/12/2020).
Mirisnya, lanjut Gilbert, saat kepala daerah terpilih tersangkut korupsi, justru pemilih yang tadi menerima politik uang ikut-ikutan protes.
Sebagai hamba Tuhan, Gilbert mengingatkan warga Sulut khususnya umat Kristiani menghindarkan diri dari praktik ini.
“Belajar jadi orang Kristen yang punya harga diri. Miskin bukan berarti harus menjadi pelacur politik,” katanya.
Pendeta berdarah kawanua ini mengaku sedih karena para calon gubernur, wali kota dan bupati seolah ‘diperas’ oleh pemilih.
“Bahkan masyarakat ba tunggu-tunggu serangan fajar. Akhirnya, kepala daerah terpilih tidak berkualitas. Mancari saat menjabat,” terang Lumoindong.
Gilbert berharap fenomena ini segera dihilangkan.
Pesta demokrasi tambah dia, adalah momentum memilih pemimpin bukan waktu menunggu uang haram.
“Sulawesi Utara harus takut akan Tuhan. Mari gotong-royong lahirkan pemimpin berintegritas,” tandasnya.
(Alfrits Semen)
