Berita Utama

Tak Menunggu Musim Kampanye, PDIP Sulut Perkuat 1.839 Ranting, Jadi Contoh bagi Partai Lain

Konsolidasi PDIP Sulut diikuti ratusan kader berbaju merah dalam penguatan 1.839 ranting menjelang Pemilu 2029.
Konsolidasi PDI Perjuangan Sulawesi Utara diikuti jajaran pengurus dan kader partai dalam penguatan struktur hingga tingkat ranting, sebagai bagian dari persiapan organisasi menuju Pemilu 2029.

Penulis: Tim Redaksi

Poin Utama:

  • Tak Menunggu Musim Kampanye. Konsolidasi dinilai bukan hanya persiapan elektoral, tetapi bagian dari upaya membangun partai yang hidup, berorganisasi, dan dekat dengan masyarakat sepanjang waktu.
  • Bukan Sekadar Mesin Pemilu. PDIP Sulut memperkuat 1.839 ranting hingga tingkat desa dan kelurahan, menunjukkan aktivitas organisasi tetap berjalan meski Pemilu 2029 masih jauh.
  • Bisa Jadi Contoh bagi Partai Lain. Pengamat menilai langkah tersebut dapat menjadi inspirasi bagi partai politik lain untuk tidak hanya aktif ketika musim kampanye, sementara Reza Rumambi menegaskan pentingnya kader tetap hadir dan membantu rakyat kecil.

Ketika musim kampanye belum tiba dan pemilu masih jauh, sebagian partai politik biasanya belum berada dalam tekanan untuk menggerakkan seluruh mesin organisasinya.

ADVERTISEMENT

PDI Perjuangan Sulawesi Utara mengambil langkah berbeda.

Partai ini justru memperkuat struktur hingga tingkat desa dan kelurahan melalui konsolidasi 1.839 ranting di seluruh Sulawesi Utara.

Langkah tersebut tidak hanya berbicara tentang persiapan menghadapi Pemilu 2029. Lebih jauh, konsolidasi ini memperlihatkan bagaimana sebuah partai berusaha menjaga organisasi tetap hidup di antara dua momentum elektoral.

Di tingkat akar rumput, struktur partai merupakan titik paling dekat dengan masyarakat. Di sanalah kader berinteraksi langsung dengan warga, mengetahui persoalan sehari-hari, sekaligus memahami perubahan aspirasi yang tidak selalu muncul dalam survei atau panggung politik.

Karena itu, konsolidasi 1.839 ranting menjadi lebih dari sekadar agenda internal.

Ia dapat dibaca sebagai upaya membangun kembali hubungan antara partai dan masyarakat jauh sebelum surat suara berada di tangan pemilih.

Bukan Sekadar Partai Pemilu

Dalam demokrasi, partai politik memiliki pekerjaan yang jauh lebih panjang dibanding masa kampanye.

Partai tidak hanya dibutuhkan untuk mengusung calon atau memenangkan kursi legislatif. Ia juga memiliki fungsi pendidikan politik, kaderisasi, artikulasi kepentingan masyarakat, serta menjadi penghubung antara warga dan institusi negara.

Masalahnya, fungsi tersebut sering kali terlihat paling aktif ketika kontestasi politik sudah dekat.

Karena itu, aktivitas organisasi yang dilakukan jauh dari musim kampanye memiliki arti tersendiri.

PDI Perjuangan Sulut sebelumnya telah menyelesaikan pembentukan struktur di seluruh 171 kecamatan dan kemudian mengarahkan konsolidasi ke tingkat desa dan kelurahan. Targetnya mencakup 1.839 ranting yang tersebar di 15 kabupaten/kota.

Konsolidasi tersebut berjalan secara simultan. Struktur yang masih aktif dipertahankan, sementara kepengurusan yang vakum atau ditinggalkan karena pengurus berhalangan tetap dibenahi.

Pola ini penting karena kekuatan organisasi politik pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh banyaknya struktur di atas kertas.

Yang lebih menentukan adalah apakah struktur itu bekerja.

Apakah pengurus ranting mengenal masyarakat di wilayahnya? Apakah kader memahami persoalan warga? Apakah partai hadir ketika tidak ada kepentingan elektoral yang sedang diperebutkan?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi ukuran yang lebih substantif terhadap kualitas sebuah organisasi politik.

Momentum Politik Justru Dibangun Sebelum Kampanye

Pemilu memang menghasilkan pemenang melalui suara yang diberikan pada hari pemungutan suara.

Namun, kekuatan politik tidak dibangun dalam satu hari.

Ia dibentuk melalui proses panjang: kaderisasi, kerja organisasi, hubungan dengan masyarakat, konsolidasi internal, dan kemampuan partai menjaga kepercayaan publik.

Dari sudut pandang itu, langkah PDIP Sulut memperkuat 1.839 ranting memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar persiapan menghadapi Pemilu 2029.

Pengamat politik Stefan Voges, SH MH, menilai penguatan struktur hingga tingkat ranting merupakan modal penting bagi PDI Perjuangan untuk menghadapi kontestasi politik berikutnya.

“Penguatan dini ini menjadi modal utama untuk merebut dominasi suara kembali pada pemilu serentak berikutnya,” ujar Voges.

Sementara itu, pengamat politik FISIP Unsrat, Drs Mahyudin Damis, M.Hum, melihat konsolidasi yang dilakukan jauh sebelum pemilu sebagai bagian dari fungsi kelembagaan partai politik.

Menurut dia, partai seharusnya tidak hanya hadir ketika pemilu sudah dekat.

“Saya berharap langkah konsolidasi yang dilakukan PDIP Sulawesi Utara tidak berhenti sebagai agenda internal partai, tetapi menjadi inspirasi bagi seluruh partai politik untuk membangun tradisi berorganisasi sepanjang waktu. Demokrasi yang sehat membutuhkan partai yang hidup setiap hari, bukan partai yang baru sibuk ketika pemilu sudah di depan mata,” ujar Damis.

Pernyataan tersebut memberi perspektif yang lebih luas terhadap konsolidasi PDIP Sulut.

Jika sebuah partai mampu menjaga aktivitas organisasi di luar musim kampanye, maka hubungan dengan masyarakat tidak semata-mata dibangun berdasarkan kebutuhan elektoral.

Dalam konteks itu, konsolidasi 1.839 ranting dapat menjadi contoh bagi partai lain tentang bagaimana organisasi politik tetap bekerja ketika panggung kampanye belum dibuka.

Dari Struktur ke Kedekatan dengan Rakyat

Namun, membangun struktur saja belum cukup.

Ranting yang lengkap secara administratif belum tentu otomatis menjadi organisasi yang hidup. Struktur tersebut baru memiliki arti apabila kader benar-benar hadir dan bekerja di tengah masyarakat.

Di sinilah pesan internal PDI Perjuangan Sulut mengenai kedekatan dengan rakyat menjadi relevan.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara, Reza Rumambi SE, menekankan pentingnya seluruh kader dan pengurus untuk turun ke tengah masyarakat, mendengar aspirasi, memahami persoalan warga, serta membantu masyarakat.

Bagi Reza, kedekatan dengan rakyat bukan sekadar strategi menjelang pemilu.

“Pak Ketua DPD, Pak Olly Dondokambey, selalu mengingatkan bahwa dukungan rakyat dan konsistensi struktur partai yang ideologis dan kuat, maka PDI Perjuangan akan menatap harapan dan cita-cita perjuangan di tahun 2029,” ujarnya.

Ia menegaskan, sebagai pimpinan partai di tingkat Sulut, dirinya mewajibkan seluruh kader untuk senantiasa hadir membantu masyarakat.

Menurutnya, kedekatan dengan rakyat kecil itulah yang selama ini menjadi fondasi PDI Perjuangan hingga mampu meraih kemenangan pada empat kali Pemilu Legislatif.

“PDI Perjuangan adalah partai yang berdiri di atas dukungan dan harapan masyarakat kecil, sehingga kita bisa menjadi pemenang Pemilu Legislatif sebanyak empat kali,” katanya.

Pernyataan Reza tersebut menempatkan konsolidasi 1.839 ranting dalam konteks yang lebih konkret.