Menurut Dandel, upaya yang dilakukan tim surveilance saat ini adalah mendeteksi sebanyak mungkin kasus positif agar bisa segera diisolasi.
Langkah ini demi meredam transmisi kepada orang lain.
“Ini kunci utama memutus penyebaran COVID-19,” bebernya.
Tetapi tambah Dandel, kerja-kerja tersebut tidak akan memberikan dampak maksimal jika perilaku masyarakat masih acuh tak acuh terhadap anjuran pemerintah.
“Walau tim surveilance sudah berjibaku di lapangan, tapi masyarakat masih enggan pakai masker dan mengacuhkan social distancing itu sama sekali tidak membantu,” tandasnya.

Rapid Test 21.432 orang
Hingga Minggu (7/6/2020) total warga Sulut yang reaktif rapid test mencapai 1.012 orang.
Steaven Dandel menjelaskan, jumlah reaktif tersebut merupakan hasil screening di semua area yang diduga menjadi kawasan transmisi.
“Sementara total rapid test sudah mencapai 21.432 orang,” beber Dandel.
Menurut dia, jika ditotal dari jumlah reaktif rapid test, yang terkonfirmasi positif sekira 11,5 persen.
“Tetapi sekali lagi, ini jauh dari paripurna karena yang reaktif belum semua menjalani tes swab,” tandasnya.
(Alfrits Semen)
Baca juga:
- Ini Rincian 14 Kasus Positif COVID-19 di Sulut per 8 Juni 2020
- Pasien Asal Bolsel Sembuh, Total 74 Kasus
