
Minahasa, BeritaManado.com – Sejak dua tahun silam, pandemi Covid-19 menghantam perekonomian nasional, lebih khusus Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Meski begitu, pariwisata di Minahasa terus berkembang dengan munculnya lokasi-lokasi baru yang menjadi perhatian tourism.
“Justru di masa pandemi saat ini, pariwisata di Minahasa terus mengalami perkembangan,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Minahasa, Drs Teddy Sumual MAP, Rabu (3/11/2021).
Dijelaskannya, lokasi-lokasi yang mengalami perkembangan pesat yaitu wisata alam terbuka.
Karena, saat ini, orang lebih suka berwisata di tempat-tempat terbuka.
“Intinya, Minahasa memiliki tiga kluster strategis, pertama pantai timur, kedua pantai barat, dan ketiga danau Tondano. Dan semua itu bergerak,” jelas Sumual.
Untuk pantai barat sendiri, saat ini banyaknya diving-diving lokal yang bermunculan di lokasi wisata, itu bertanda, kebangkitan pariwisata di Minahasa meningkat.
Kemudian pantai timur. Dimana banyak investor-investor yang berinvestasi dibidang pariwisata. Dengan membuka akses pariwisata baru di pantai timur.
Selanjutnya Danau Tondano. Disamping danaunya, ada juga industri-industri baru yang muncul sebagai bagian pendukung pariwisata.
Disamping itu, pendukung lainnya seperti spot-spot wisata yang ada di Langowan, Kawangkoan dan Tombariri, begitu juga wisata buah yang sementara dikembangkan di Tondano.
“Justru dimasa pandemi saat ini pariwisata di Minahasa meningkat, bukan tenggelam,” beber Sumual.
Disisi lain, Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat dengan banyaknya pengunjung yang datang di Minahasa.
“Yang pasti PAD meningkat dari sisi pajak restoran dan perhotelan. Karena orang datang ke restoran dan hotel, kontraksinya makan minum, berarti dapat pajak,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Sumual, ada banyak kegiatan-kegiatan dari pusat dan provinsi yang dilaksanakan di Minahasa.
“Pemerintah pusat dan provinsi banyak mendongkrak pertumbuhan ekonomi khususnya di bidang pariwisata,” katanya.
Sumual mengaku, pada awal-awal pandemi tidak mengalami perkembangan.
“Memang sejak awal pandemi, perkembangan pariwisata di Minahasa stagnan atau tidak bergerak. Tapi saat ini, perkembangan pariwisata di Minahasa sudah berkembang dengan cepat,” ujar dia.
(FerdinandRanti)
