Agama dan Pendidikan

Panitia Pilrek Unima 2024 Didesak Selektif, Diskualifikasi Balon Bermasalah Hukum

Panitia Pilrek Unima 2024 Didesak Selektif, Diskualifikasi Balon Bermasalah Hukum
Pendaftaran balon Rektor Unima periode 2024-2028. (Ist)

Manado, BeritaManado.com – Agenda Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Negeri Manado (Unima) periode 2024-2028 semakin menarik perhatian banyak pihak.

Seiring dengan itu, gelombang desakan agar Panitia Pilrek Unima tahun 2024 bersikap selektif dalam melakukan klarifikasi dan verifikasi terhadap para bakal calon (balon) terus berdatangan.

Panitia Pilrek diharapkan tidak mentolerir balon rektor Unima yang terlibat dalam persoalan pidana yang telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

Hal ini sejalan dengan ketentuan dalam Permendikti dan statuta Unima yang mensyaratkan bahwa calon rektor tidak boleh bercacat secara hukum.

“Karena salah satu ketentuan prinsip sesuai dengan Permendikti dan statuta Unima adalah calon rektor tidak harus bercacat secara hukum. Ini jelas bunyinya,” ujar Jems Kandio SH MH, salah satu alumni Unima.

Kandio menekankan bahwa sangat tidak etis jika panitia pemilihan rektor Unima tidak selektif terhadap kandidat yang tersangkut persoalan pidana berkekuatan hukum tetap.

Apalagi sepengetahuannya, ada format yang harus diisi para kandidat sebagai pernyataan bahwa tidak pernah dihukum.

“Yang saya tahu balon harus mengisi format tidak pernah dihukum saat mendaftar. Jika yang bersangkutan pernah dihukum, tapi menyatakan tidak pernah dihukum, ini lain lagi konsekuensinya,” jelas Kandio, jebolan FISH Unima yang kini sukses meniti karir sebagai lawyer di DKI Jakarta.

Kandio juga mengingatkan panitia pemilihan agar belajar dari pengalaman Pilrek Unima sebelumnya, di mana Kementerian membatalkan tiga calon yang ditetapkan Senat hanya karena persoalan hukum.

“Jangan sampai nila setitik merusak susu sebelanga,” katanya.

Artinya, pengalaman Pilrek Unima sebelumnya harus menjadi pelajaran dan jangan sampai terulang kembali.

Untuk itu, Kandio menekankan pentingnya ketegasan dan konsistensi panitia dalam menjalankan proses pemilihan.

“Sebagai bagian dari keluarga besar Unima, saya menyarankan bahwa tak perlu persoalan yang lalu terjadi kembali di pilrek tahun 2024 ini. Jangan lupa, semua mata memantau Pilrek Unima. Jadi, panitia harus tegas dan konsisten,” tegas Kandio.

Sampai saat ini, sudah ada enam orang balon rektor Unima yang mendaftarkan diri di sekretariat panitia.

Para balon tersebut di antaranya Dr Amstrong Sompotan MSi, Dr Patricia Silangen MSi, Dr Recky Sendow, dan Prof Dr Orbanus Naharia MS.

Harapannya, dengan selektivitas yang tinggi, proses pemilihan rektor Unima 2024 akan berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin yang benar-benar layak dan tidak bercacat hukum.

(***/jenly)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara