
Jakarta – Godaan yang datang bertubi-tubi selalu terbuka bagi siapa saja yang punya kesempatan dan kekuasaan. Godaan dalam politik tidak hanya terkait dengan menumpuk kekayaan (harta), meraih jabatan dengan menghalalkan segala cara (tahta), tetapi juga wanita.
“Politisi umumnya terbagi menjadi dua kategori. Ada politisi tahan godaan dan politisi penikmat godaan,” kata Ketua Umum DPP Pelopor Angkatan Muda Indonesia (PAMI), Noldy Pratasis kepada beritamanado.
Tokoh muda Nasionalis Indonesia tersebut menyentil, problem yang sedang melilit Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan Olly Dondokambey (OD) yang notabene juga Ketua DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara. Pasalnya, terkait kasus dugaan korupsi proyek Pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang yang sekarang sedang disidik oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.
Menurut Pratasis masalah OD bagian dari by design politik tingkat tinggi, bukan murni kasus hukum.
“Prihatin dengan adanya musibah politik yang menimpa pak Olly. Insting dan nalar saya menduga kuat ini bagian dari manufer politik. Kalau sudah politik, hal terkecil dibesar-besarkan lain halnya dengan hukum urusan kecil sama halnya dengan urusan besar,” tutur Pratasis.
Namun, apa yang dialami OD merupakan cermin dari hukum Indonesia yang tidak pernah tebang pilih, lanjut NP sapaan akrab Pratasis. Implementasi hukum tidak mengenal dia seorang menteri, polisi, politisi, bahkan presiden pun akan sama perlakuan hukum dengan seorang pemulung. “Prinsipnya, tidak ada satu orang pun yang kebal hukum. Siapa yang salah tetap ditindak tegas berdasarkan aturan dan norma hukum yang berlaku,” jelas pria yang masuk survey 10 besar tokoh pemuda berpengaruh di Sulut.
Terlepas dari persoalan hukum, Pratasis mengharapkan warga untuk mendukung Olly Dondokambey secara moral. Bagi pria yang iman politiknya adalah PDI Perjuangan tersebut, sosok Olly merupakan salah satu simbol dan aset Nyiur Melambai di kanca perpolitikan Nasional. Rakyat harus optimis OD tidak terlibat akan kasus Hambalang. Dan harus diingat Olly dipilih oleh rakyat Sulut, bukan seperti Angelina Sondakh orang Sulut tapi bukan wakil dari rakyat Sulut.
“Simpati dan empati tetap diberikan kepada Olly, terlepas dari persoalan hukum. Jangan justru sebaliknya masyarakat menghakimi padahal semua urusan ada prosedur. Apalagi status OD sekarang hanya sebatas saksi,” ujarnya. (risat sanger)

Correction : Politisi yang tidak lepas dari godaan.
Politik tidak ada korelasi dengan godaan, yang adalah Politi yang tidak lepas dari godaan. Godaan apa ? Perempuan, harta, jabatan…maka itu seharus sangat penting seorang politisi harus bermodal awal iman yang kuat. Seseorang yang sebelumnya adalah merupakan pohon yang rusak pasti menghasilkan buah yang rusak.
so ngana pratasis tu politisi penikmat godaan wkwkwkwwkwkwk