
Manado, BeritaManado.com — Komunitas Brigade Nusa Utara di depan kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menjadi menarik ketika orator aksi mulai meneriakkan sindiran terhadap aparat dan proses hukum yang kerap tidak memihak rakyat.
Menurut Alfian, hukum tetaplah hukum, dan hukum bukanlah untuk diinjak serta bukan untuk dipermainkan.
“Hukum bukanlah untuk kebiadaban namun untuk keberadaban. Banyak kasus kejahatan belum selesai dan penuh misteri, bahkan hukum negeri ini layaknya hukum rimba, rakyat miskin tak berdaya dikambinghitamkan,” sorot Alfian Kamis, (12/10/2023) di depan kantor DPRD Sulut.
Tak sampai di situ saja, Alfian juga menyoroti tindakan kekerasan oleh oknum POMAL terhadap warga Nusa Utara dimana, aparat penegak hukum yang harusnya melindungi rakyat tetapi mereka sendiri yang menganiaya rakyat, demi memenuhi nafsu dunia semata.
“Seakan mereka lupa pahatan sila pertama Pancasila. Inikah hukum? Inilah hukum ! Dengan Dalih Pembinaan,” sorot Alfian.
Alfian mengungkapakan bahwa, itu bukanlah cerita fiktif atau dongeng pengantar tidur, inkonsistensi dalam realitas terkadang hukum tajam dan terkadang hukum tumpul lagi-lagi inkonsistensi. Katanya equality before the law Semua orang sama dihadapan hukum, tidak ada diskriminasi Faktanya hanya eufemisme hukum belaka.
Mereka yang harusnya melindungi rakyat dengan bangga dan tertawa memperlakukan rakyat layaknya penjahat perang, ditarik, diseret, seperti buronan kelas kakap. Inikah yang namanya keadilan untuk rakyat yang harus kau lindungi dengan seragam seragam dan senjatamu?,” teriak Alfian dalam orasinya.
Alfian pun mengingatkan para oknum yang bersembunyi di balik seragam bahwa, senjata dan seragam yang mereka pakai itu dihasilkan dari uang rakyat.
(Erdysep Dirangga)
