Kota Manado

Nyanyian Nyong Franco Goyang Nusantara, Rekor Muri Untuk HUT TNI Terpecahkan

 

Nyanyian Nyong Franco Goyang Nusantara, Rekor Muri Untuk HUT TNI Terpecahkan
Tari Maumere Gemu Famire massal di jembatan Soekarno

 

 

 

Manado — Pemecahan Rekor Muri Tari Gemu Famire massal dalam rangka memperingati HUT ke-73 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di sepanjang kompleks jembatan Soekarno, Selasa (4/9/2018) pagi sukses digelar.

 

Setidaknya, kurang lebih 8000 peserta yang berasal dari TNI-Polri dan keluarga besar, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) provinsi dan kota Manado, para siswa-siswi dan masyarakat umum turut serta dalam pemecahan rekor tersebut bersama-sama dengan seluruh komponen Bangsa Indonesia di seluruh pelosok Nusantara.

 

Diketahui, tari kreasi tradisional dari Maumere, Kabupaten Sikka di Nusa Tenggara Timur ini mengikuti irama lagu yang diciptakan oleh pemuda asli Maumere Gemu Famire.

 

Lagu yang viral dan mendunia sejak tahun 2012 ini dikenalkan oleh seorang pemuda Indonesia dari Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Frans Cornelis Dian Bunda, atau lebih dikenal dengan sebutan Nyong Franco.

 

Maumere Gemu Famire oleh pemuda dari Indonesia Timur yang mampu menggoyang anak-anak, para pemuda, bahkan orang-orang dewasa di seluruh Persada Nusantara melalui sebuah lagu yang diangkat dari kearifan lokal, buah dari kecintaan kepada tradisi dan budaya lokal yang merupakan cikal bakal budaya nasional, mengenalkan situasi perjalanan yang penuh dengan pemandangan sabana hijau dan berkelok- kelok dari Maumere ke Kota Ende (Maumere da gale kota ende) ini pun patut diberi apresiasi.

 

Hal tersebut dijelaskan oleh Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Tiopan Aritonang saat membuka pelaksanaan pemecahan rekor tari Maumere Gemu Famire pagi tadi.

 

“Kita patut berbangga karena satu lagu dari pemuda Indonesia mampu menyatukan segenap komponen bangsa, termasuk kita yang ada saat ini yang menjadi bagian dari tari massal serentak se-Indonesia untuk pemecahan rekor Muri dalam rangka HUT TNI,” ujar Tiopan Aritonang.

Pemecahan rekor MURI tari Gemu Famire ini juga disebut Tiopan Aritonang sebagai perwujudan kemanunggalan TNI dengan Rakyat, untuk menunjukkan bahwa TNI dapat eksis karena rakyat Indonesia men- dukungnya.

 

“Di HUT yang ke-73 ini, semoga TNI tetap dekat dengan rakyat, tetap manunggal dengan rakyat,” kata Tiopan.

 

Nyanyian Nyong Franco Goyang Nusantara, Rekor Muri Untuk HUT TNI Terpecahkan
Formasi HUT TNI di pemecahan rekor Muri

 

 

(srisurya)

 

Baca juga berita terkait Manado Fiesta 2018:

 

 

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara