Di samping dukungan investasi dan promosi perdagangan, pemerintah juga memandang bahwa digitalisasi memiliki peran yang kunci dalam rangka mengakselerasi pertumbuhan ekonomi pasca pandemi.
Digitalisasi terutama dalam pola perdagangan dan transaksi pembayaran menunjukkan perkembangan yang signfikan pasca pandemi.
Data terkini di akhir semester pertama 2024, menunjukkan jumlah merchant QRIS di Provinsi Sulawesi Utara sudah mencapai 280.129 merchants dan 431.548 pengguna serta 8,5 juta volume transaksi.
Mencermati perkembangan tersebut kegiatan NSIF 2024 turut dirangkaikan dengan kegiatan Kawanua Digital Implementation (Digitation) yang diharapkan dapat mendorong transaksi pembayaran non-tunai, serta mendorong komitmen peningkatan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah. Selaras dengan tujuan tersebut pada kegiatan NSIF dan Kawanua Digitation 2024 juga turut dilaksanakan penandatanganan memorandum
of understanding (MoU) kesepakatan bersama antara Gubernur dengan Bupati/Walikota diantaranya Manado, Tomohon, dan Sangihe, terkait optimalisasi pajak daerah diantaranya penerapan opsen pajak kendaraan bermotor
(PKB), bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), mineral bukan logam batuan (MBLB).
Pada kesempatan yang sama turut dilaksanakan peluncuran digitalisasi pembayaran menggunakan QRIS pada retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) di Kota Bitung dan pembayaran sewa rusunawa di Kota Manado.
Di samping penandatanganan kerja sama dan peluncuran transaksi pembayaran QRIS turut dilakukan penyerahan apresiasi pemenang QRIS afiliator kepada PJP Bank di Sulawesi Utara 2024 yaitu Bank Mandiri, BCA, BNI, dan Maybank yang diberikan langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Andry Prasmuko kepada masing-masing pimpinan bank.
Dalam sambutan penutupnya Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta menyampaikan bahwa sinergi, komitmen, dan koordinasi seluruh pihak menjadi aspek penting keberhasilan pelaksanaan NSIF dan Kawanua Digitation 2024 kali ini.
“Kolaborasi Bersama dengan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara yang telah terjalin kuat ini
perlu terus diperkuat sehingga pada akhirnya akan membawa kebermanfaatan yang
lebih luas bagi masyarakat khususnya melalui
kegiatan promosi investasi, perdagangan, dan digitalisasi sistem pembayaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan mendukung visi Sulawesi Utara sebagai pintu gerbang Indonesia di Asia Pasifik,” kata Filianingsih.
(***/srisurya)
