
Penulis: Frangki Wullur I Langowan, Minahasa
Rangkaian perayaan Pekan Suci umat Katolik Paroki St. Petrus Langowan terus berlanjut dengan Misa Kamis Putih yang dipimpin Pater Adam OCD.
Misa yang dimulai pada pukul 07.00 WITA malam itu ditandai dengan upacara pembasuhan kaki, dimana karakter 12 rasul diperankan oleh pada pimpinan kategorial Kaum Bapak Katolik Paroki St. Petrus Langowan.
Pater Adam OCD melakukan pembasuhan kaki sebagaimana tradisi dalam Gereja Katolik saat pelaksanaan Misa Kamis Putih.
Usai upacara pembasuhan kaki tersebut, Pater Adam OCD melanjutkan dengan memberikan renungan singkat yang menekankan pada pertobatan.
Dikatakannya, bahwa Yesus dalam pengorbanannya tidak melakukan dengan setengah hati melainkan dengan totalitas yang sehabis-habisnya.
Melalui momentum perayaan Misa Kamis Putih ini mau disimbolkan bahwa Yesus membuat segala sesuatu menjadi bari melalui deklarasi penebusan di Taman Getsemani dengan penyerahan diri total kepada kehendak Allah.
“Dengan demikian, sudah selayaknya kita menjadi manusia baru. Artinya kita harus meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lama yang tidak memberikan nilai tambahh bagi perkembangan iman kita kepada Tuhan,” ungkap Pater Adam.
Ditambahkannya, bahwa pengorbanan Yesus itu juga harus menjadi motivasi untuk terus melakukan kebaikan-kenaikan kepada orang lain, meski hanya melalui hal-hal sederhana.
“Mari kita melanjutkan keheningan ini di tengah-tengah keluarga kita sebagai tanda bahwa kita ada bersama-sama dengan Tuhan dan pada saatnya nanti akan merayakan sukacita Paskah dalam kebangkitan-Nya,” ujarnya.
Usai Misa Kamis Putih, dilanjutkan dengan pemindahan Sakramen Maha Kudus dari altar ke tabernakel di tempat terpisah dari Panti Imam dengan cara diarak dari sisi kanan altar oleh imam, suster dan putra-putri altar.
Setelah itu, umat diberikan kesempatan secara berkelompok untuk melakukan penghormatan kepada Sakramen Maha Kudus dengan doa dan nyanyian.
