AMURANG—Sudah menjadi langganan, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), membahas RAPBD diakhir tahun. Sejak ketua DPRD dijabat Jenny J Tumbuan, SE dan masih berkantor di gedung goro-goro. Pembahasan RAPBD dilakukan. Sama halnya RAPBD 2012, tetap dilakukan awal Desember 2012. Karena sudah menjadi langganan, maka diperkirakan APBD 2012 tak pro rakyat. Selain itu, pembahasan dilakukan hingga malam hari.
Ada apa sehingga APBD berjalan selalu dilakukan akhir tahun. Apakah, dalam kepemimpinan Chistiany Eugenia Paruntu atau Tetty Paruntu dan Sonny Frans Tandayu dilakukan sekitar Oktober berjalan. Sebab, sudah menjadi made in Minsel APBD dibahas akhir Desember.
Dari amatan media ini, RAPBD 2012 baru akan memulai pembahasan. Menariknya, pembahasan setelah dilakukan Paripurna Tingkat 1 tentang RAPBD 2012 yang dilakukan langsung Ketua DPRD Boy Tumiwa dan Bupati Minsel Sonny Frans Tandayu, Selasa (6/12) kemarin.
‘’Ya, Banggar DPRD akan segera membahas bersamaTAPD, RAPBD 2012. Hanya saja, soal waktu belum diketahui. Mungkin besok, lusa atau kapan saja yang banggar ingin. Yang pasti, Minsel tetap akan meliki APBD berjalan,’’ ujar Ketua DPRD Minsel Boy Tumiwa diwawancarai usai paripurna tingkat 1 RAPBD 2012 kemarin.
Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu mengatakan, pembangunan untuk mensejahterakan rakyat menjadi fokus pada tahun 2012. “Hal ini dilakukan dengan memperluas lingkungan kerja dan kemitraan. Juga diprioritaskan pada pembangunan ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan dan potensi kelautan.”jelas Tetty-sapaan manis bupati pilihan rakyat Minsel ini.
Selain itu katanya, akan melakukan revitalisasi pembangunan, akses pendidikan dan kesehatan. “Terpenting disini adalah juga penanggulangan kemiskinan, pariwisata, dan jaminan sosial,” tambahnya.
Dalam paripurna tersebut dijabarkan bahwa rencana PAD Rp 471, 834 miliar, dengan estimasi PAD 8 Miliar, pajak Rp 2,7 miliar, Retribusi Rp 2 Miliar, bagi hasil Rp 500 juta, pendapatan lain-lain Rp 2,8 miliar.
Dana perimbangan Rp 8 miliar, bagi hasil Rp 15, 7 miliar, DAU Rp 388, 5 miliar, DAK Rp 51 miliar, lain-lain Rp 7 miliar. Sedangkan rencana anggaran belanja tahun 2012 memiliki total keseluruhan Rp 471, 834 miliar, dengan rincian belanja tidak langsung Rp 298,6 miliar dan balanja langsung Rp 173, 2 miliar.
Rommy D Pondaag, SH MH dari Fraksi PDIP menjelaskan, bahwa fraksinya siap membahas RAPBD 2012 ini. Hanya saja, sebelum dilakukan pembahasan, usulnya Pemkab Minsel dapat memonitoring terhadap pengelolaan APBD berjalan.
‘’Kalau berjalan lancer, pembahasan Banggar dan TAPD diperkirahkan secara marathon akan selesai sebelumtanggal 15 Desember. Semua fraksi menyatakan siap mempercepat pembahasannya,’’ kata Pondaag. (ape)
