
Penulis: Jenly Wenur | Manado
Auditorium Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado kembali menjadi saksi bisu atas komitmen Unsrat dalam dunia pendidikan.
Kamis (7/5/2026), delapan akademisi yang sangat berdedikasi resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar, menjadi kekuatan baru bagi Unsrat.
Mereka datang dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari Fakultas Teknik (2 orang), MIPA (2 orang), Ekonomi dan Bisnis (1 orang), Pertanian (4 orang), hingga Fakultas Hukum (1 orang) ini menunjukkan kekayaan akademik Unsrat.
Namun, di antara deretan nama tersebut, sosok Prof. Joy Elly Tulung, SE, MSc, PhD mencuri perhatian publik.
Bukan hanya karena gelar doktornya yang diraih dari Prancis atau jabatannya sebagai Ketua ISEI Cabang Manado, melainkan karena narasi besar yang menyertai langkahnya: darah akademik yang mengalir deras di keluarganya.
Warisan Sang Ayah: Prof. Bernard Tulung
Pencapaian Prof. Joy bukanlah sebuah kebetulan.
Ia tumbuh dalam lingkungan yang sangat menghargai dedikasi.
Ayahnya, Prof. Dr. Ir. Bernard Tulung, adalah tokoh senior yang namanya harum di sejarah Unsrat.
Prof. Bernard pernah memegang kendali sebagai Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Administrasi di era kepemimpinan Prof. Joppy Paruntu, serta pernah menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Kerja Sama.
Bahkan di masa purnatugasnya, ia masih dipercaya memimpin Senat Fakultas Peternakan.
Jaringan Intelektual dalam Keluarga
Menariknya, jejak kepemimpinan ini tersebar luas di berbagai fakultas melalui hubungan kekerabatan Prof. Joy.
Ia adalah adik ipar dari Dr. Ferry Daud Liando, Dekan FISIP Unsrat saat ini yang dikenal vokal.
Istri Ferry sendiri, Dr. Lingkan E. Tulung, merupakan lulusan Australian National University.
Tak berhenti di situ, sepupu dekatnya, Prof. Golda Tulung, kini tengah menakhodai Fakultas Ilmu Budaya (FIB) sebagai Dekan.
Kedekatan mereka bermuara pada hubungan kakak-beradik antara ayah Prof. Joy dan ayah Prof. Golda.
Melengkapi daftar panjang tersebut, paman bungsu Prof. Joy, yakni Dr. Johanis Tulung, juga tercatat pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Peternakan.
Bagian dari Tradisi Pengabdian
Bagi keluarga Tulung, kampus bukan sekadar tempat bekerja, melainkan ladang pengabdian.
